Fokus Semarang | Banjir rob yang melanda Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, telah mencapai kondisi yang sangat memprihatinkan. Hancurnya ekosistem mangrove dan jebolnya tanggul pembatas telah menyebabkan luapan air laut ke pemukiman warga dan lahan tambak produktif milik masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati untuk segera turun ke lokasi. Langkah cepat ini diambil guna memetakan kondisi lapangan dan menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak.
Chandra juga menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah penanganan masalah logistik masyarakat. Selain itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati juga tengah mengupayakan perbaikan tanggul yang jebol dengan bantuan material berupa bambu dan peralatan pendukung senilai Rp60 juta.
Penanganan mendesak ini masih harus menunggu air laut surut. Chandra mengaku telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat dan diarahkan untuk segera bersurat kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) demi mendapatkan dukungan anggaran.
Rencana jangka panjang yang akan diusulkan Pemkab Pati kepada pemerintah pusat adalah pembangunan dan peninggian tanggul permanen di sepanjang area pesisir. Keberadaan tanggul permanen ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang agar banjir rob tidak lagi merendam pemukiman warga maupun lahan tambak produktif milik masyarakat.
Di sisi lain, saat menanggapi usulan pemulihan ekosistem pesisir melalui penanaman mangrove, Chandra mengingatkan bahwa restorasi tersebut tidak bisa dilakukan sembarangan. Menurutnya, posisi penanaman harus diperhitungkan dengan matang agar bibit mangrove tidak habis tersapu ombak.
Penanaman mangrove tidak bisa dilakukan asal-asalan. Kalau ditanam terlalu mepet ke laut, akan percuma karena langsung disapu ombak. Jadi, penanaman idealnya berjarak sekitar 4 hingga 5 meter dari garis pantai baru bisa tumbuh. Kalau terlalu dekat dengan area pantai, pohonnya akan hilang lagi.
Chandra juga menekankan bahwa penanganan banjir rob di Tunggulsari Pati memerlukan koordinasi yang efektif antara Pemkab Pati dan pemerintah pusat. Oleh karena itu, rencana jangka panjang yang akan diusulkan Pemkab Pati kepada pemerintah pusat adalah pembangunan dan peninggian tanggul permanen di sepanjang area pesisir.
Keberadaan tanggul permanen ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang agar banjir rob tidak lagi merendam pemukiman warga maupun lahan tambak produktif milik masyarakat.
Saat ini, pemerintah daerah dan pusat telah bekerja sama untuk menangani banjir rob di Tunggulsari Pati. Dengan kerja sama dan koordinasi yang efektif, diharapkan penanganan banjir rob di Tunggulsari Pati dapat berjalan lancar dan efektif.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.


