Fokus Semarang | Kabupaten Kudus telah mencapai puncaknya dalam upaya membangun budaya peduli lingkungan dengan program Keluarga ASIK, yang digagas bersama TP PKK Kabupaten Kudus dan Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF). Program ini bertujuan untuk membiasakan masyarakat membiasakan pengelolaan sampah sejak dari rumah dan telah berhasil menghimpun 50 ton sampah setiap hari.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Director Communications Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara, mengatakan bahwa keluarga memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan generasi mendatang, termasuk dalam menjaga lingkungan. Ia menegaskan bahwa kesuksesan perubahan perilaku di tingkat keluarga tidak lepas dari peran dan ketulusan seorang ibu.

BLDF juga meluncurkan peta digital berbasis Sistem Informasi Geografis (GIS) yang memuat 525 titik penjemputan sampah di Kabupaten Kudus. Inovasi ini diharapkan mempermudah masyarakat menemukan lokasi pengumpulan sampah, khususnya sampah organik.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengapresiasi berbagai langkah kolaboratif yang telah dilakukan bersama Djarum Foundation dalam mendukung pelestarian lingkungan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan gerakan tersebut tidak hanya menjadi milik para pemenang lomba, melainkan hasil kerja bersama seluruh ekosistem yang terlibat.

Program Kudus ASIK telah dijalankan BLDF sejak 2022 dengan fokus pada edukasi pengelolaan sampah organik berbasis digital. Melalui kolaborasi dengan sekitar 370 mitra, program ini kini mampu menghimpun sekitar 50 ton sampah setiap hari untuk kemudian diolah di Pusat Pengelolaan Sampah Organik Djarum Oasis.

Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Persoalan sampah tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah saja, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.