Fokus Semarang | Polisi Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Demak sedang bergerak cepat untuk menjejak pelaku pembakaran dua rumah warga di Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Aksi kejahatan ini terjadi pada Selasa, 2 Juni 2026, dan diduga kuat dilakukan oleh orang yang sama, mengingat selisih waktu kejadian di dua lokasi hanya berkisar 15 menit.
Dua rumah yang menjadi sasaran pembakaran tersebut adalah milik Dewi Retno Setya Ningrum (50) dan Sudarko (64). Korban pertama, Dewi Retno, terbangun setelah mencium bau asap menyengat dari arah depan rumahnya. Setelah api berhasil dipadamkan oleh warga, petugas menemukan ceceran Bahan Bakar Minyak (BBM) di sekitar lokasi, menjadi bukti kuat bahwa rumah tersebut sengaja dibakar.
Berikutnya, korban kedua, Sudarko, mendengar teriakan histeris warga mengenai adanya kebakaran dan langsung bergegas keluar rumah. Sudarko mendapati pintu depan dan beberapa perabot di teras rumahnya sudah dilalap si jago merah. Beruntung, berkat aksi cepat korban dan warga sekitar, api dapat segera dipadamkan sebelum merembet ke bangunan utama.
Berita ini semakin menguatkan teori bahwa pelaku pembakaran rumah di Demak adalah orang yang sama, mengingat modus operandi yang sangat identical di kedua lokasi kejadian. Kasat Reskrim Polres Demak, AKP Arlan Budi Kusuma, menjelaskan bahwa tim masih melakukan pendalaman dari sejumlah petunjuk dan barang bukti yang telah diperoleh di lapangan.
Polres Demak menegaskan tidak akan tinggal diam dan terus melakukan pengejaran intensif terhadap pelaku misterius tersebut. Mudah-mudahan dalam waktu dekat pelaku bisa segera diungkap. Saat ini tim masih bekerja keras melakukan pendalaman dari sejumlah petunjuk dan barang bukti yang telah diperoleh di lapangan.
Polisi menjamin bahwa mereka tidak akan tinggal diam dan akan terus melakukan pengejaran intensif terhadap pelaku misterius tersebut. Demikian pula, mereka menjanjikan akan mengungkapkan identitas pelaku dalam waktu dekat.
Mengingat kejadian ini, Polsek Karangawen bersama Tim Inafis dan Unit Resmob Satreskrim Polres Demak langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Petugas juga telah mengamankan sejumlah barang bukti serta memeriksa beberapa saksi mata.
Pemerintah Kabupaten Demak juga mengumumkan bahwa mereka akan memberikan bantuan kepada korban, baik material maupun non-material, untuk membantu mereka mengatasi dampak kejadian ini.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Demak juga telah membentuk tim untuk mengevaluasi keamanan di wilayah tersebut dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Saat ini, polisi masih terus melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku. Mereka berharap dapat menemukan dan mengungkapkan identitas pelaku dalam waktu dekat.
Kejadian ini menunjukkan bahwa keamanan dan kestabilan di wilayah Demak masih menjadi perhatian utama bagi pemerintah daerah dan polisi. Mereka akan terus berusaha untuk menjaga keamanan dan menghindari kejadian serupa di masa depan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.


