Fokus Semarang | PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) tengah berencana untuk menutup sekitar 12-14 anak usahanya. Informasi ini dikemukakan oleh Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) dan Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria.
“Misalkan kayak fiber optic, itu nanti terkonsolidasi ada beberapa perusahaan yang jadi satu. Kan, size-nya jadi besar, karyawannya ikut. Kan banyaknya merger,” ujar Dony.
Telkom juga telah mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk membahas beberapa hal penting, termasuk pergantian dua jajaran komisaris. Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyatakan bahwa keputusan-keputusan yang diambil dalam RUPST mencerminkan komitmen perseroan untuk meningkatkan kinerja dan menciptakan nilai tambah.
Para pemegang saham juga menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp21,9 triliun untuk tahun buku 2025, serta rencana program buyback saham perseroan dengan nilai sebesar-besarnya Rp4 triliun.
Penutupan anak usaha Telkom ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan efisiensi perusahaan. Namun, nasib karyawan dari anak usaha yang ditutup masih belum jelas.
Bagaimana nasib karyawan dari anak usaha Telkom yang ditutup? Penjawabannya masih belum jelas. Namun, yang jelas adalah bahwa Telkom berencana untuk menutup sekitar 12-14 anak usahanya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.


