Fokus Semarang | Banjir rob di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati telah menjadi masalah utama dalam dua tahun terakhir. Menurut Kepala Desa (Kades) Tunggulsari, Setyo Wahyudi, faktor utama yang menyebabkan banjir rob ini adalah penggunaan sumur bor yang semakin meningkat. "Penggunaan sumur air dalam ini mulai marak sejak warga beralih ke budi daya ikan nila pada 2016 lalu," ungkapnya.
Berdasarkan data yang dikumpulkan Pemerintah Desa (Pemdes) Tunggulsari, jumlah sumur bor di desa ini telah mencapai 342 titik, dengan 238 di permukiman dan 104 di area tambak. Masifnya penggunaan air dalam ini menyebabkan sumur konvensional tidak dapat mengeluarkan air lagi. "Jumlah sumur air dalamnya itu ada sekitar 342 titik," kata kades.
Penyebab utama banjir rob di Desa Tunggulsari adalah karena ikan nila tidak dapat hidup di air dengan kadar garam tinggi. Oleh karena itu, penyedotan air dalam dilakukan hampir 24 jam setiap hari. "Karena ikan nila itu tidak akan bisa hidup dengan kadar garam yang tinggi," kata kades.
Kondisi ini telah menyebabkan banjir rob di Desa Tunggulsari semakin parah. "Jadi, penggunaan sumur air dalam ini memang sangat mempengaruhi kondisi banjir rob di desa kami," kata kades.
Untuk mengatasi masalah ini, Pemerintah Desa Tunggulsari telah berusaha meningkatkan kemampuan penyedotan air dalam. "Kami telah berusaha meningkatkan kemampuan penyedotan air dalam untuk mengurangi banjir rob," kata kades.
Namun, perlu diingat bahwa penggunaan sumur bor yang semakin meningkat juga dapat menyebabkan banjir rob di Desa Tunggulsari. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan kemampuan penyedotan air dalam untuk mengurangi banjir rob.
Banjir rob di Desa Tunggulsari telah menjadi masalah utama dalam dua tahun terakhir. Penggunaan sumur bor yang semakin meningkat telah menyebabkan banjir rob semakin parah. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan kemampuan penyedotan air dalam untuk mengurangi banjir rob.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.


