Fokus Semarang | KUDUS, – Kondisi memprihatinkan dialami Muhammad Andika Ibrahim, bocah berusia lima tahun asal Desa Bakalankrapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Di usia yang masih sangat belia, Andika harus berjuang melawan kanker darah yang membuat kondisi kesehatannya terus menurun.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Hasil asesmen yang dilakukan pendamping sosial bersama perangkat desa menunjukkan Andika saat ini tidak mampu berjalan, tubuhnya lemas, pucat, dan kerap mengalami pendarahan pada gusi. Kondisi tersebut membuatnya harus menjalani perawatan dan kontrol kesehatan secara berkala.

Andika merupakan anak kedua dari pasangan Hendrik Saputro dan Ernawati. Sang ayah bekerja sebagai buruh bangunan dan baru kembali mendapatkan pekerjaan dalam beberapa hari terakhir, sedangkan ibunya bekerja sebagai buruh pabrik rokok. Keluarga tersebut juga masih memiliki dua anak lain yang masih membutuhkan perhatian dan biaya hidup.

Saat ini keluarga tinggal bersama orang tua mereka di Desa Bakalankrapyak. Berdasarkan data kesejahteraan sosial, keluarga tersebut masuk kategori Desil 1 atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.

Meski demikian, keluarga belum tercatat sebagai penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sembako maupun PBI. Untuk kebutuhan layanan kesehatan, keluarga mengandalkan kepesertaan BPJS yang aktif melalui perusahaan tempat ibu bekerja.

Dalam asesmen tersebut, keluarga menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak, di antaranya kursi roda untuk membantu mobilitas Andika, bantuan ekonomi guna meringankan biaya hidup dan biaya operasional pengobatan, serta fasilitas transportasi gratis untuk kontrol rutin ke Rumah Sakit Kariadi Semarang.

Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial serta Balai Jaminan Sosial Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Kudus, Kamal Agus Efendi, mengatakan pihaknya telah melakukan pendataan dan koordinasi untuk menindaklanjuti kebutuhan keluarga tersebut.

"Hasil asesmen menunjukkan keluarga ini membutuhkan perhatian bersama. Kami sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak agar kebutuhan yang mendesak dapat segera ditindaklanjuti, terutama terkait dukungan bagi anak yang sedang menjalani pengobatan," ujarnya pada Selasa 9 Juni 2026.

Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton bersama pendamping sosial di Desa Bakalankrapyak, Kecamatan Kaliwungu, melakukan kunjungan terhadap anak pengidap kanker darah yang membutuhkan kursi roda, bantuan ekonomi, dan dukungan transportasi untuk menjalani pengobatan. Foto: Risky Viky

Sementara itu, Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen hadir untuk membantu warga yang sedang menghadapi persoalan kesehatan berat, terutama anak-anak yang membutuhkan penanganan khusus.

"Kami turut prihatin atas kondisi yang dialami Andika dan keluarganya. Pemerintah akan berupaya mengoordinasikan bantuan yang dibutuhkan agar beban keluarga dapat sedikit berkurang dan proses pengobatan anak tetap berjalan," ujarnya.

Penanganan keluarga rentan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat.

"Anak-anak adalah masa depan yang harus kita jaga bersama. Karena itu kami akan terus mendorong sinergi dengan berbagai lembaga agar kebutuhan dasar dan pendampingan bagi keluarga ini dapat terpenuhi," katanya.

Sebagai tindak lanjut, Dinas Sosial telah berkoordinasi dengan BAZNAS dan PMI Kabupaten Kudus untuk membantu pemenuhan kebutuhan yang mendesak, termasuk dukungan sosial dan kemanusiaan bagi keluarga Andika,

"Kami berharap semakin banyak pihak yang turut peduli sehingga keluarga ini tidak berjuang sendirian menghadapi cobaan yang sedang mereka alami," tandasnya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.