Fokus Semarang | Kanker usus besar atau kanker kolorektal bukanlah penyakit yang hanya terjadi pada usia lanjut. Banyak kasus kanker usus yang ditemukan pada kelompok usia muda, termasuk wanita berusia 20 hingga 30 tahun. Gejala awal kanker usus pada wanita muda sering kali tidak disadari karena mirip dengan gangguan pencernaan biasa atau keluhan saat menstruasi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Gejala seperti kram perut, perut kembung, perubahan pola buang air besar, hingga kekurangan zat besi tanpa penyebab yang jelas perlu mendapat perhatian lebih. Ahli gastroenterologi dan hepatologi, dr. Saurabh Sethi, mengingatkan bahwa kram, kembung, dan perubahan kebiasaan buang air besar pada wanita muda sering kali diabaikan selama bertahun-tahun.

Sementara itu, kanker usus besar dapat berkembang secara diam-diam. Sekitar tiga dari empat kasus kanker usus yang terdiagnosis pada usia muda baru diketahui saat sudah memasuki stadium lanjut. Pola makan jadi salah satu pemicu kenaikan kasus kanker usus pada kelompok usia muda.

Makanan ultra proses umumnya mengandung bahan tambahan, gula, garam, dan lemak dalam jumlah tinggi, namun rendah serat dan nutrisi penting. Pola makan seperti ini dapat mengurangi keragaman mikrobioma usus serta memicu peradangan kronis pada saluran pencernaan.

Kurang serat, risiko makin besar. Serat berperan penting dalam menjaga keseimbangan bakteri baik di usus dan mendukung kesehatan sistem pencernaan secara keseluruhan. Rata-rata wanita hanya mengonsumsi sekitar 15 gram serat per hari, padahal kebutuhan hariannya mencapai sekitar 25 gram.

Stres juga berpengaruh. Tak hanya pola makan, stres berkepanjangan juga disebut dapat memengaruhi kesehatan usus. Kondisi ini dapat memicu peradangan, mengganggu keseimbangan mikrobioma, dan mempercepat kerusakan sel pada lapisan usus besar.

Meski skrining kanker usus umumnya direkomendasikan mulai usia 45 tahun, banyak pasien yang justru didiagnosis pada usia lebih muda. Sayangnya, gejala awal sering kali dianggap sebagai masalah pencernaan ringan sehingga pemeriksaan medis tertunda.

Jika mengalami kram perut berulang, kembung yang tidak kunjung membaik, perubahan pola buang air besar, atau kekurangan zat besi tanpa penyebab yang jelas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan evaluasi lebih lanjut.

Deteksi dini tetap menjadi salah satu kunci utama untuk meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan kanker usus besar.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.