Fokus Semarang | Prediabetes adalah kondisi di mana kadar gula darah seseorang berada di atas batas normal, tetapi belum mencapai tingkat yang masuk kategori diabetes tipe 2. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa tubuh mulai mengalami gangguan dalam mengelola gula darah. Secara umum, kadar gula darah puasa normal berada pada kisaran 70–99 mg/dL. Sementara itu, seseorang mengalami prediabetes ketika kadar gula darah puasanya mencapai 100–125 mg/dL.
Prediabetes sering berkembang tanpa gejala yang jelas. Namun, tubuh biasanya mulai menunjukkan sejumlah tanda ketika kadar gula darah terus meningkat dan sensitivitas insulin menurun. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:
- Sering buang air kecil, terutama pada malam hari.
- Merasa sangat haus meskipun sudah cukup minum.
- Merasa cepat lapar walaupun sudah makan.
- Mengalami penglihatan kabur.
- Merasakan kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki.
- Mengalami penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas.
- Mudah merasa lelah.
- Mengalami luka yang sulit sembuh.
- Lebih sering terserang infeksi.
Selain itu, sebagian penderita mengalami penggelapan warna kulit pada area leher, ketiak, atau lipatan tubuh lainnya. Karena itu, jangan abaikan perubahan fisik tersebut.
Sejumlah faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami prediabetes. Sebagian besar faktor tersebut berkaitan langsung dengan pola hidup sehari-hari. Faktor-faktor tersebut antara lain:
- Kelebihan Berat Badan
- Lingkar Pinggang Berlebih
- Pola Makan Tidak Sehat
- Kurang Aktivitas Fisik
- Faktor Usia
- Riwayat Keluarga
Kabar baiknya, penderita masih bisa mengendalikan bahkan membalikkan kondisi prediabetes melalui perubahan gaya hidup yang konsisten. Berikut beberapa cara mengatasi dan mencegah prediabetes:
- Perbaiki Pola Makan
- Rutin Berolahraga
- Turunkan Berat Badan
- Perbanyak Minum Air Putih
Dengan menerapkan pola makan sehat, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur, seseorang dapat menurunkan risiko berkembangnya prediabetes menjadi diabetes tipe 2 serta menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.


