Fokus Semarang | Pasar saham Indonesia mencatat kejutan besar pada perdagangan Selasa (9/6/2026) setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen. Kenaikan ini menjadi respons bank sentral untuk menjaga stabilitas rupiah yang sempat menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melonjak 7,57 persen ke level 5.746, menjadi motor utama penguatan indeks. Saham-saham berkapitalisasi besar seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) juga mengalami kenaikan signifikan, yaitu lebih dari 6 persen, 10 persen, dan 14 persen.

Nilai transaksi mencapai Rp27,8 triliun dengan volume perdagangan lebih dari 41 miliar saham. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia juga meningkat menjadi sekitar Rp10.098 triliun.

Analisis menilai pasar masih menghadapi tantangan besar, seperti pelemahan rupiah, tingginya suku bunga global, serta arus keluar dana asing. Namun, keputusan BI dinilai berhasil mengembalikan kepercayaan pasar sehingga memicu aksi beli besar-besaran pada saham-saham unggulan.

Dengan keputusan terbaru ini, perhatian investor kini tertuju pada pergerakan rupiah, arus modal asing, serta potensi pemulihan ekonomi nasional pada semester kedua 2026. Jika stabilitas makroekonomi berhasil dijaga, pasar saham Indonesia berpeluang melanjutkan tren penguatan meskipun volatilitas global masih tinggi.

Beberapa analis menilai reli yang terjadi saat ini belum cukup menjadi bukti bahwa tren bearish telah berakhir. Mereka menyarankan investor masih selektif memilih saham yang memiliki fundamental kuat dan prospek pertumbuhan yang menjanjikan di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Bank Indonesia menjelaskan bahwa kenaikan BI Rate dilakukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah serta menjaga inflasi tetap berada dalam target. Langkah tersebut juga bertujuan meningkatkan daya tarik aset domestik sehingga dapat menarik kembali aliran modal asing ke pasar keuangan Indonesia.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.