Fokus Semarang | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tren pelemahan yang signifikan pada perdagangan terbaru. Berdasarkan data IDX Mobile per Senin (8/6/2026), IHSG ditutup turun 254,36 poin atau 4,11% ke level 5.941,07. Pergerakan indeks sepanjang hari kemarin berada di rentang 5.842 hingga 6.213,18. Sebanyak 726 saham tercatat memerah, sementara hanya 75 saham yang mampu bergerak di zona hijau.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pelemahan indeks dipicu oleh tekanan jual pada sejumlah saham unggulan di indeks LQ45. Beberapa saham yang mencatatkan penurunan signifikan adalah PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), PT Darma Henwa Tbk. (DEWA), PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM), dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR).

Tim riset MNC Sekuritas menilai IHSG saat ini berada dalam fase koreksi wave (v) dari wave [v] dari wave 5. Investor diminta mencermati area 5.184 hingga 5.282 sebagai target koreksi berikutnya. Analis memetakan level teknikal untuk perdagangan hari ini, Selasa (9/6/2026): Level Support: 5.261 dan 5.191. Level Resistance: 5.462 dan 5.594.

Equity Analyst Indo Premier Sekuritas, Hari Rachmansyah, memberikan panduan bagi investor di tengah tren menurun saat ini. Prioritaskan preservasi modal dengan mengurangi eksposur pada saham berkapitalisasi kecil dan menengah. Hindari tindakan averaging down secara agresif sebelum ada konfirmasi stabilisasi rupiah. Tunggu sinyal bottoming yang jelas pada harga saham sebelum melakukan akumulasi kembali.

MNC Sekuritas memberikan rekomendasi buy on weakness untuk beberapa saham, yaitu ASII, BULL, JPFA, dan NICL. Keputusan investasi ini harus tetap mempertimbangkan porsi kecil sambil menunggu kepastian kebijakan moneter Bank Indonesia.

Artikel ini bersifat informatif dan tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Segala keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca.

Saat ini, investor harus berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi. Oleh karena itu, penting untuk memahami kondisi pasar dan melakukan analisis yang tepat sebelum membuat keputusan.

Dengan demikian, investor dapat mengambil keputusan yang tepat dan menghindari kerugian yang tidak perlu.

Selamat berinvestasi!

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.