Fokus Semarang | Sebanyak 17 taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tingkat I Angkatan ke-60 Batalyon Manggala Satya telah tiba di Polres Kebumen untuk mengikuti latihan kerja (latja) selama 13 hari, mulai 9 hingga 21 Juni 2026. Latihan ini merupakan bagian penting dari program pendidikan Akpol untuk memberikan pengalaman nyata kepada para taruna dalam pelaksanaan tugas-tugas kepolisian di lapangan.
Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, mengatakan bahwa latihan kerja ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan teknis, taktis, dan profesionalisme calon perwira Polri sehingga siap menghadapi tantangan tugas di lapangan. Selama latihan, para taruna akan mendapatkan pembelajaran pada sejumlah fungsi teknis kepolisian, di antaranya fungsi lalu lintas, Samapta (Sabhara), dan pembinaan masyarakat (Binmas).
Mereka akan dilatih memahami sekaligus melaksanakan kegiatan pengaturan arus kendaraan, patroli, hingga pengawalan pada fungsi lalu lintas. Sementara pada fungsi Samapta, mereka dibekali kemampuan dasar tugas kepolisian umum seperti pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Para taruna juga akan terlibat dalam berbagai kegiatan pembinaan masyarakat melalui fungsi Binmas, seperti penyuluhan, sambang warga, penerangan masyarakat, serta berbagai upaya membangun kemitraan antara Polri dan masyarakat. Dengan demikian, mereka diharapkan dapat memahami secara langsung tugas pokok dan fungsi kepolisian yang dilaksanakan di wilayah hukum Polres Kebumen.
Kapolres menegaskan bahwa latihan kerja ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan teknis kepolisian. Program tersebut juga menjadi bagian dari pembentukan karakter calon perwira Polri yang berintegritas, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki etika profesi dan jiwa kepemimpinan yang kuat. Dengan demikian, para taruna diharapkan dapat menjadi perwira Polri yang siap mengabdi kepada bangsa dan negara.
Latihan kerja ini merupakan tahapan penting dalam proses pembentukan perwira Polri yang profesional, modern, humanis, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Selama menjalani latihan, para taruna juga didorong untuk mampu beradaptasi dengan lingkungan tugas, membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, serta menjalin kolaborasi dengan personel Polri di satuan kewilayahan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.


