Fokus Semarang | Kejamatan belajar teknologi tampak jelas dari wajah para siswa MAN 2 Kebumen saat mengikuti Pelatihan Robotik yang digelar di aula madrasah, Selasa (9/6/2026). Sebanyak 24 siswa kelas X dan XI mengikuti kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 9 hingga 11 Juni 2026, dengan menghadirkan trainer profesional dari Pro Tronics Surabaya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pelatihan ini menjadi bagian dari program tahunan Ekstrakurikuler Robotik MAN 2 Kebumen yang bertujuan meningkatkan wawasan serta keterampilan siswa di bidang teknologi dan robotika.

Pembina Ekstrakurikuler Robotik MAN 2 Kebumen, Risqi Pratama, mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya madrasah untuk membekali siswa dengan kemampuan yang relevan dengan perkembangan zaman.

"Kegiatan ini merupakan program tahunan dari ekstrakurikuler robotik di MAN 2 Kebumen untuk meningkatkan wawasan dan skill siswa di bidang robot," ujarnya.

Pada hari pertama, peserta diperkenalkan dengan pembuatan robot line follower, yaitu robot yang dapat mengenali dan mengikuti jalur berdasarkan garis yang telah ditentukan. Para siswa mempelajari proses perakitan mulai dari pemasangan komponen, penyolderan, hingga robot siap diuji coba.

"Hari kedua mengimplementasikan robot yang sudah jadi ke tugas atau fungsi lain seperti pengantaran barang dan lainnya. Hari ketiga kami mengenalkan program online dan software robotik," jelasnya.

Lebih lanjut, Risqi menegaskan bahwa pelatihan robotik menjadi salah satu bukti bahwa madrasah tidak hanya fokus pada pendidikan keagamaan, tetapi juga aktif mengembangkan kompetensi siswa di bidang sains dan teknologi.

"Kami ingin mengubah image madrasah yang dikenal hanya belajar keagamaan saja. Faktanya, di madrasah siswa juga belajar banyak hal, termasuk teknologi yang saat ini perkembangannya sangat pesat dan dibutuhkan masyarakat," katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu mendorong siswa untuk lebih memahami dunia robotika, mengembangkan kemampuan yang dimiliki, serta membuka peluang meraih prestasi dalam berbagai kompetisi teknologi.

"Harapan kami anak-anak bisa lebih paham terkait robotika. Dari pembelajaran ini para siswa dapat mengembangkan skill mereka agar bermanfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat. Selain itu, siswa juga dapat berprestasi melalui berbagai ajang kompetisi robotik," tambahnya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan. Salah satu siswa peserta, Greatest Soulhonest, mengaku sangat menikmati proses belajar yang berlangsung interaktif dan menyenangkan.

"Rasanya seru banget ikut pelatihan robotik hari ini. Tidak terasa sudah siang karena dari pagi asyik banget," ungkapnya.

Pada sesi praktik, Greatest mempelajari robot berbasis Arduino Uno untuk sistem line follower. Ia mengaku sempat menghadapi kendala saat sensor robot tidak berfungsi optimal akibat solderan yang kurang menyatu sehingga harus dilakukan penyolderan ulang.

"Tadi ada kendala di sensor karena solderannya kurang menyatu, jadi harus solder ulang," ujarnya.

Meski demikian, pengalaman tersebut justru menjadi pelajaran berharga yang menambah pemahaman dan keterampilannya dalam merakit robot.

"Dengan ikut kegiatan ini saya jadi lebih tahu tentang dasar robot dan mungkin bakal jadi bekal saya di kemudian hari," pungkasnya.

Jadi, mari kita dukung program-program pendidikan yang dapat membantu meningkatkan kemampuan siswa di bidang teknologi dan robotika.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.