Fokus Semarang | Desa Alasdowo, Kecamatan Dukuhseti, kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah warga melaporkan perilaku mengganggu dari seorang pria yang diduga ODGJ. Kejadian ini menimbulkan rasa tidak aman, terutama bagi perempuan yang beraktivitas di lapangan sepak bola desa. Warga menyampaikan kekhawatiran mereka melalui video yang beredar di media sosial, memperlihatkan aksi mengintai, mengejar, bahkan merusak properti pribadi.
Warga setempat, yang dikenal dengan nama Abas, menyatakan bahwa kejadian serupa telah terjadi berulang kali dalam dua hingga tiga hari terakhir. Ia menambahkan, “Orang itu muncul hampir setiap sore, kadang‑kadang hanya lewat, namun perilakunya cukup mengganggu. Kami khawatir kalau terus berlanjut, akan ada korban yang lebih serius.”
Selain mengejar perempuan di lapangan, pria yang diduga ODGJ tersebut juga dilaporkan memasuki rumah warga tanpa izin. Salah satu rumah mengalami kerusakan signifikan ketika jendela kaca pecah akibat dilempar batu. Kejadian ini menambah daftar keluhan warga, yang mencakup:
- Penguntitan warga yang sedang berolahraga.
- Masuk‑masuk rumah tanpa izin.
- Lemparan batu yang merusak jendela kaca.
- Penakutan khusus terhadap wanita.
Abas menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak hanya mengganggu, tetapi juga menimbulkan trauma psikologis, terutama bagi wanita yang menjadi target. Ia berharap pihak berwenang, baik pemerintah desa (Pemdes) maupun kepolisian, dapat segera menindaklanjuti laporan ini dan memberikan solusi yang tepat.
Sejumlah pihak terkait, termasuk tokoh masyarakat dan aparat desa, telah mengadakan pertemuan darurat untuk membahas langkah penanganan. Dalam rapat tersebut, dibahas kemungkinan penempatan petugas keamanan di sekitar lapangan serta penyuluhan tentang cara mengidentifikasi dan melaporkan perilaku mencurigakan. Selain itu, dipertimbangkan pula kerjasama dengan layanan kesehatan mental untuk memberikan bantuan kepada pria yang bersangkutan, mengingat dugaan gangguan jiwa yang menjadi akar permasalahan.
Pengamat keamanan lokal menilai bahwa penanganan yang cepat dan terkoordinasi sangat penting untuk mencegah eskalasi. “Jika tidak ditangani segera, rasa takut akan menyebar dan menghambat aktivitas warga, terutama perempuan yang biasanya aktif berolahraga di lapangan,” ujar seorang pakar keamanan publik.
Di sisi lain, pihak kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa laporan telah diterima dan penyelidikan sedang berlangsung. Mereka berjanji akan menelusuri identitas pria tersebut, melakukan evaluasi kesehatan mental, serta memastikan bahwa tindakan hukum yang tepat dapat diambil bila diperlukan.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya peran serta komunitas dalam mengawasi dan melaporkan perilaku mencurigakan. Warga Alasdowo diharapkan dapat terus berkomunikasi dengan pihak berwenang, sementara pihak berwenang diharapkan memberikan respons yang cepat, transparan, dan berbasis pada hak asasi manusia.
Secara keseluruhan, situasi di Alasdowo menunjukkan tantangan dalam menangani individu dengan gangguan jiwa yang berperilaku mengganggu. Keseimbangan antara penegakan hukum dan penanganan kesehatan mental menjadi kunci utama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif bagi semua warga.
Dengan langkah-langkah preventif dan responsif, diharapkan kejadian serupa tidak akan terulang, serta rasa aman dan nyaman dapat kembali dirasakan oleh seluruh masyarakat Alasdowo.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.


