Fokus Semarang | Pada tahun 1327, Ratu Elisenda dari Aragon mendirikan Biara Kerajaan Santa Maria dari Pedralbes yang kini berusia 700 tahun. Tren penelitian arkeologi terbaru di tahun 2026 ini mengungkap fakta mengejutkan di balik lokasi peristirahatan sang ratu.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Para peneliti melakukan penggalian formal untuk memperingati hari jadi biara tersebut. Mereka menemukan bahwa makam Ratu Elisenda memang berisi kerangka yang ditempatkan dalam kotak kayu abad pertengahan.

Kotak tersebut dihiasi dengan sutra dan pernak-pernik mewah sesuai statusnya. Elisenda diketahui hidup sebagai ratu yang religius setelah kematian suaminya, James II dari Aragon.

Makam sang ratu mencerminkan gaya hidup monastik yang ia jalani semasa hidup. Analisis menunjukkan bahwa Ratu Elisenda wafat pada usia sekitar 70 tahun akibat penyakit tulang.

Kejutan dari Tujuh Makam Misterius

Penggalian tidak hanya menyasar makam ratu, tetapi juga membuka tujuh makam lainnya di area biara. Hasilnya justru memicu pertanyaan baru bagi para ilmuwan.

Berikut adalah perbandingan temuan di makam-makam tersebut:

Makam | Temuan Awal | Fakta Arkeologis Terkini

Makam Ksatria Artau de Foces | Dianggap makam ksatria | Berisi 3 bayi dan 2 wanita muda (tanpa laki-laki)

Makam Francesca Saportella | Dianggap makam keponakan ratu | Berisi 9 individu berbeda, bukan Francesca

Temuan di makam yang dikaitkan dengan keponakan ratu, Francesca Saportella, sangat mengejutkan. Di dalamnya terdapat empat laki-laki dengan luka tusuk serta torso mumi seorang wanita hamil.

Langkah Penelitian Lanjut hingga 2027

Para kurator biara menyatakan bahwa penemuan ini menjadi lompatan kualitatif dalam sejarah. Sebelumnya, sejarah biara hanya bisa dipelajari melalui bangunan dan lambang kebangsawanan saja.

Tim arkeolog saat ini sedang melakukan beberapa langkah teknis untuk mengungkap identitas individu tersebut:

  • Pengumpulan lebih dari 200 sampel arkeobotani di lokasi makam.
  • Pengambilan jejak DNA dari kerangka Ratu Elisenda dan individu lain.
  • Analisis karakteristik fisik untuk memahami pola hidup masyarakat abad pertengahan.

Proyek penelitian ini direncanakan berlangsung intensif hingga tahun 2027. Tujuannya adalah menyusun sejarah yang lengkap mengenai siapa saja yang dimakamkan di biara tersebut.

Aspek Keamanan dan Pelestarian Situs

Penggalian ini dilakukan dengan protokol ketat untuk menjaga integritas situs bersejarah. Risiko kerusakan artefak diminimalisir dengan teknik penggalian modern dan pengawasan kurator profesional.

Saat ini, fokus utama tim adalah mengubah data mentah menjadi narasi sejarah yang akurat. Hal ini penting agar publik dapat memahami bagaimana orang-orang tersebut hidup dan dikenang di masa lalu.

Penemuan ini menjadi bukti bahwa meski sebuah situs telah berdiri selama tujuh abad, banyak rahasia yang masih terkubur di bawahnya. Penelitian ini diharapkan dapat menjawab berbagai pertanyaan sejarah yang selama ini belum terpecahkan.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.