Fokus Semarang| Pekan ke-28 Liga Super 2025/2026 menjadi saksi persaingan ketat di papan atas klasemen Super League. Setelah mengukir kemenangan tipis 1-0 atas PSBS Biak di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Persija Jakarta menambah poinnya menjadi 58 dan tetap berada di posisi tiga. Di sisi lain, Borneo FC berhasil mengatasi PSM Makassar dengan skor 2-1 di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, meningkatkan total poin menjadi 63 dan menempati posisi kedua. Persib Bandung masih memimpin klasemen dengan 64 poin, walaupun belum menjalani pertandingan pekan ini.
Sementara dua tim besar tersebut terus beradu, Bhayangkara FC menunjukkan performa mengesankan pada laga terakhirnya melawan Arema FC. Macan Perbatasan berhasil mengamankan tiga poin dengan hasil 2-1, berkat gol penentu dari striker asal Brasil, Diego Ramos, pada menit ke-68. Kemenangan ini mengangkat total poin Bhayangkara menjadi 57, menempatkannya selangkah lebih dekat dengan Persija dan bahkan menyalip beberapa tim lain di zona tengah klasemen.
Dengan hasil tersebut, jarak antara Bhayangkara FC dan Persija semakin menipis, hanya selisih satu poin. Kedua tim kini berada dalam posisi strategis untuk melaju ke puncak klasemen Super League pada sisa pertandingan musim ini. Persib Bandung, yang masih memimpin dengan selisip satu poin di atas Borneo FC, harus menunggu hasil laga tandang melawan Dewa United pada Senin (20/4) untuk mengetahui apakah keunggulannya akan bertahan.
Analisis statistik menunjukkan bahwa Persija masih memiliki selisih gol bersih paling baik di antara tiga tim teratas, dengan +12 gol. Bhayangkara FC, meskipun menempati posisi keempat, memiliki pertahanan yang cukup solid dengan hanya lima kebobolan dalam 27 laga. Keberhasilan Bhayangkara dalam mengendalikan lini tengah, terutama melalui peran playmaker veteran, Rudi Hartono, menjadi kunci utama dalam meredam serangan lawan.
Berita lain yang menambah warna persaingan papan atas datang dari Borneo FC. Tim Pesut Etam berhasil menukar poin dengan PSM Makassar berkat gol-gol krusial dari Juan Felipe Villa Ruiz pada menit ke-31 dan Koldo Obieta Alberdi pada menit ke-78. Kedua gol tersebut tidak hanya memastikan tiga poin bagi Borneo, tetapi juga menambah selisih poin mereka menjadi dua poin dari Persib.
Di zona degradasi, Persis Solo masih terpuruk di posisi ke-16 dengan 24 poin, setelah mengalami kekalahan 2-0 dari Arema FC. Persik Kediri dan Persita Tangerang juga berada dalam tekanan, menunggu hasil pertandingan selanjutnya untuk mengamankan posisi mereka di luar zona turun.
Jadwal sisa kompetisi menampilkan beberapa laga krusial. Persija akan menghadapi Persib Bandung pada pekan berikutnya, sebuah pertandingan yang diprediksi akan menjadi penentu siapa yang akan memimpin klasemen Super League menjelang akhir musim. Bhayangkara FC dijadwalkan bertemu dengan PSIM Yogyakarta, yang akan menjadi ujian bagi mereka untuk mempertahankan momentum positif.
Para pelatih juga tidak tinggal diam. Paul Munster, pelatih Bhayangkara FC, menyatakan bahwa timnya akan memanfaatkan setiap kesempatan untuk menambah tiga poin, menekankan pentingnya konsistensi dalam menyerang dan menjaga pertahanan. Sementara itu, Jean‑Paul van Gastel, pelatih Persija, menyoroti kebutuhan akan kreativitas lebih dalam lini tengah, mengingat persaingan yang semakin ketat.
Kesimpulannya, klasemen Super League kini berada dalam kondisi paling dinamis sepanjang musim. Bhayangkara FC yang sebelumnya berada di tengah klasemen, kini berhasil menempel di belakang Persija, menambah intensitas persaingan di puncak. Pertandingan-pertandingan mendatang akan menentukan apakah Bhayangkara mampu melampaui Persija, atau apakah Persib dan Borneo akan mempertahankan posisi terdepan mereka. Penggemar sepak bola Indonesia tentu menantikan aksi-aksi menegangkan hingga akhir musim.

