Fokus Semarang | Coco Gauff terus menegaskan ambisinya untuk menguasai tanah liat, mengadopsi unsur permainan Rafael Nadal yang menekankan sudut tajam, spin berat, dan ketahanan mental. Dalam wawancara terbaru, Gauff mengungkapkan bahwa ia sedang berusaha meniru bagian tertentu dari gaya Nadal untuk memperkuat serangannya di permukaan ini.
Usaha Gauff di atas tanah liat mendapat sorotan khusus setelah pertemuan sengit melawan Karolina Muchova di Stuttgart Open. Pertandingan yang berlangsung selama 2 jam 24 menit berakhir dengan kemenangan 6-3, 5-7, 6-3 untuk Muchova, mengakhiri rentetan enam pertemuan Gauff yang sebelumnya hanya satu set saja. Muchova menjelaskan perubahan taktik yang membuatnya berhasil menaklukkan sang Amerika.
- Penggunaan slice: Muchova meningkatkan variasi pukulan dengan memotong bola untuk memecah ritme Gauff.
- Pergerakan di tanah liat: Memanfaatkan slide alami pada permukaan, ia menyesuaikan posisi kaki untuk menahan serangan lawan.
- Tekanan pada servis: Mengembalikan servis dengan sudut tajam, memaksa Gauff bermain dari posisi defensif.
Dalam konferensi pers pasca-pertandingan, Muchova menegaskan bahwa meski pertama kali bertemu Gauff di tanah liat, ia sudah mengidentifikasi keunggulan lawan sebagai “pemain luar biasa di tanah liat” setelah Roland Garros 2025. Namun, dengan taktik baru, ia berhasil mematahkan momentum sang lawan.
Sementara itu, spekulasi mengenai peluang Gauff di turnamen selanjutnya semakin menguat. Mantan pelatih Gauff, Brad Gilbert, memberikan analisis tentang Madrid Open 2026 setelah dua bintang besar, Carlos Alcaraz dan Novak Djokovic, mengumumkan penarikan diri karena cedera. Gilbert menyoroti kondisi ketinggian 2.200 kaki dan cuaca yang dapat mempercepat permukaan, memberi keuntungan kepada pemain dengan servis kuat dan pukulan agresif seperti Gauff atau Rublev.
Gilbert menambahkan bahwa ketidakhadiran Alcaraz dan Djokovic membuka peluang bagi pemain yang belum menjadi favorit, termasuk Gauff. “Jika mereka tidak hadir, lapangan menjadi lebih terbuka untuk pemain yang bisa memanfaatkan kecepatan lapangan dan servis kuat,” ujar Gilbert.
Dengan kombinasi belajar dari Nadal, pengalaman melawan Muchova, dan kondisi turnamen Madrid yang menguntungkan, Gauff berada pada posisi yang menggiurkan untuk melaju lebih jauh. Meski harus bersaing dengan pemain-pemain berdaya tembak tinggi, Gauff menunjukkan kesiapan mental dan taktik yang terus berkembang.
Ke depan, para pengamat tenis menantikan apakah Gauff dapat memanfaatkan momentum ini untuk menambah gelar di tanah liat, sekaligus mengukir sejarah sebagai pemain Amerika yang konsisten di permukaan yang biasanya didominasi pemain Eropa dan Amerika Selatan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.


