Masturina Masturina Najwa
Mata Masturina menelusuri jejak-jejak pulau, menumpahkan kisah-kisah Indonesia ke dalam tinta yang menari di antara debu jalanan. Di sela-sela perjalanan, ia menyalakan mesin hati dengan dentuman mesin otomotif dan irama jab tinju, mengamati setiap getar roda dan pukulan bagai puisi bergerak. Dari Tangerang, ia menuliskan harapan baru, mengajak pembaca menapaki horizon yang tak pernah berhenti berputar.