Fokus Semarang | Perum BULOG terus memperkuat upaya stabilisasi pangan nasional melalui percepatan penyaluran bantuan pangan beras serta penggelontoran beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan minyak goreng bersubsidi Minyakita. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keterjangkauan harga beras dan minyak goreng bagi masyarakat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pemimpin Perum BULOG Kanwil Jawa Tengah, Sri Muniati mengatakan, pemerintah telah menyiapkan berbagai instrumen untuk mengantisipasi dinamika harga beras dan minyak goreng di sejumlah daerah. Salah satu langkah yang dijalankan saat ini adalah percepatan distribusi bantuan pangan serta optimalisasi penyaluran beras SPHP dan Minyakita ke pasar rakyat.

Hingga awal Juni 2026, stok beras yang dikelola BULOG Kanwil Jawa Tengah mencapai 366.846 ton. Jumlah ini sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan program bantuan pangan, SPHP, serta berbagai intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras.

Realisasi penyaluran bantuan pangan beras telah mencapai 72,26 persen, dengan 49.103,58 ton beras dan 9.863.300 liter minyak goreng telah disalurkan kepada 2.207.245 Penerima Bantuan Pangan (PBP) dari target 3.397.673 PBP.

Penyaluran dilakukan melalui pasar SP2KP, pasar rakyat, kios pangan, outlet binaan seperti RPK, SRC dan KDKMP, Gerakan Pangan Murah (GPM), serta jaringan pengecer yang bekerja sama dengan pemerintah daerah. Langkah tersebut dinilai efektif menjaga keseimbangan pasokan dan harga di pasar.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.