Fokus Semarang | Di hari lahir Pancasila dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, masyarakat di Pantai Tirang, Kota Semarang, berkumpul untuk melakukan aksi nyata pelestarian lingkungan. Acara ini digagas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan menarik perhatian berbagai elemen masyarakat, termasuk TNI/Polri, BUMN, BUMD, dunia usaha, perguruan tinggi, pelajar, mahasiswa, komunitas lingkungan, kelompok masyarakat, media massa, dan mitra pembangunan.
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Dengan menerjunkan sejumlah pegawai dan insan PLN yang dipimpin langsung oleh Senior Manager Komunikasi dan Umum, Moh. Sarno, PLN menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung kelestarian lingkungan dengan turut menanam mangrove dan membersihkan sampah di sekitar lokasi acara.
Program yang dicanangkan pemerintah dengan tajuk "Mageri Segoro" ini menjadi wadah kolaborasi multipihak. Merespon program tersebut, PLN berkontribusi dengan memberikan bantuan sebanyak 2.000 bibit tanaman yang ditanam di sepanjang kawasan Pantai Tirang.
General Manager PLN UID Jawa Tengah, Bramantyo Anggun Pambudi, menyampaikan bahwa keterlibatan PLN sebagai BUMN, instansi lain, dan seluruh elemen masyarakat menjadi hal yang krusial dalam penyelamatan lingkungan. "Program baik seperti ini harus dilaksanakan secara terus-menerus. Oleh karena itu, keterlibatan seluruh elemen sangatlah penting," jelas Bramantyo.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah, Heru Djatmika, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang berpartisipasi dalam peringatan tahun ini. "Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2026 di Pantai Tirang Kota Semarang diikuti kurang lebih 500 peserta. Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen yang mendukung terselenggaranya kegiatan ini," ungkapnya.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa menjaga bumi adalah tanggung jawab bersama. Kolaborasi antara pemerintah, BUMN seperti PLN, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan krisis iklim dan kerusakan lingkungan.
Dalam kesempatan ini, kami berharap bahwa kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan melakukan aksi nyata untuk menjaga kelestarian alam.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.


