Fokus Semarang | Kabupaten Mojokerto memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 dengan menggelar berbagai kegiatan peduli lingkungan yang dipusatkan di lapangan Desa Gunungan, Kecamatan Dawarblandong, Sabtu (6/6/2026) pagi.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran dan aksi kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan di tengah tantangan perubahan iklim dan persoalan sampah yang semakin kompleks.
Dalam sambutannya, Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa menegaskan, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan HPSN harus menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan di tengah berbagai tantangan global yang dihadapi saat ini.
Bupati yang akrab disapa Gus Barra itu menjelaskan, dunia saat ini tengah menghadapi triple planetary crisis atau tiga krisis besar planet yang saling berkaitan, yakni perubahan iklim (climate change), hilangnya keanekaragaman hayati (biodiversity loss), serta polusi dan limbah (pollution and waste).
Arahan Bupati Mojokerto, Gus Barra Menurutnya, berbagai persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
Gus Barra juga menekankan pentingnya membangun budaya peduli lingkungan dari lingkup keluarga. Ia menilai peran kader PKK sangat strategis dalam mengedukasi masyarakat terkait pemilahan sampah dari sumbernya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Mojokerto bersama Ketua TP PKK turut menyerahkan penghargaan dan pemberian apresiasi kepada 16 perusahaan penyedia CSR dan para pemenang Lomba Desa Berseri Tahun 2026.
Gus Barra berharap desa-desa yang berhasil meraih penghargaan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan hidup.
Aksi tanam pohon Gus Barra mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan aksi peduli lingkungan sebagai budaya dan kebiasaan sehari-hari.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mojokerto, Rachmat Suharyono menjelaskan, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan HPSN Tahun 2026 merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam merespons isu krisis iklim dan polusi global melalui langkah-langkah nyata yang melibatkan berbagai pihak.
Pemkab Mojokerto Dorong Partisipasi Warga Melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2026 ini, Pemkab Mojokerto berharap kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan terus meningkat, sehingga terwujud Kabupaten Mojokerto yang bersih, hijau, sehat, dan berkelanjutan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.


