Fokus Semarang | Program beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kembali membuka kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk mengikuti program beasiswa doktoral (S3) di universitas ternama dunia. Melalui skema co-funding, LPDP bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi internasional untuk memperluas akses pendidikan tinggi dan meningkatkan jumlah penerima beasiswa.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Skema pendanaan bersama ini memungkinkan biaya studi ditanggung secara kolaboratif antara LPDP dan institusi mitra. Dengan sistem tersebut, alokasi beasiswa menjadi lebih efisien sehingga semakin banyak putra-putri terbaik Indonesia dapat melanjutkan pendidikan doktor di luar negeri.

Program beasiswa doktoral kerja sama ini dirancang untuk mendukung riset dan pengembangan ilmu pengetahuan di berbagai bidang strategis. Beberapa pilihan kampus dan negara tujuan yang tersedia adalah Chongqing University di China, Université Paris-Saclay di Prancis, Queen’s University Belfast di Irlandia Utara, dan The University of Sydney di Australia.

Calon peserta harus memenuhi sejumlah persyaratan yang telah ditetapkan LPDP, seperti memiliki ijazah magister (S2), memiliki rencana penelitian yang relevan, dan memenuhi batas usia sesuai ketentuan program yang dipilih.

Penerima beasiswa tetap memperoleh dukungan biaya pendidikan yang komprehensif, termasuk biaya kuliah, tunjangan biaya hidup, tiket transportasi, asuransi kesehatan, dan dukungan pendanaan lain sesuai ketentuan program dan universitas mitra.

Pendaftaran program beasiswa dilakukan secara online melalui portal resmi LPDP. Calon peserta dapat membuat akun, melengkapi dokumen persyaratan, serta mengunggah proposal penelitian pada laman berikut: beasiswalpdp-terintegrasi.kemenkeu.go.id

Program beasiswa LPDP S3 Co-Funding 2026 menjadi peluang besar bagi lulusan magister yang ingin menempuh pendidikan doktor di kampus-kampus terbaik dunia. Dengan dukungan pembiayaan dari LPDP dan universitas mitra internasional, kesempatan mengembangkan kompetensi akademik dan riset global kini semakin terbuka bagi generasi muda Indonesia.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.