Fokus Semarang | Pemerintah Kabupaten Jepara mulai mempersiapkan operasional Sekolah Rakyat (SR) yang ditargetkan mulai berjalan pada tahun ajaran 2026/2027. Selain pembangunan fisik gedung SR yang sudah mencapai 75 persen, proses rekrutmen calon siswa dari keluarga kurang mampu juga tengah dilakukan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermasdes) Kabupaten Jepara, Muh Ali mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan termasuk menyiapkan ruang belajar yang akan digunakan siswa jenjang SD, SMP, dan SMA.

"Pada Rabu (3/6/2026) kami sudah ke lokasi untuk mempersiapkan ruangan yang nantinya akan ditempati siswa SD, SMP, dan SMA," kata Muh Ali.

"Untuk calon siswa SMP dan SMA jumlahnya sudah lebih dari 90 orang. Sementara untuk SD baru mencapai 56 calon siswa dari target 90 siswa," ujarnya.

Muh Ali menjelaskan, proses seleksi calon siswa masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat yang dijadwalkan diterima pada Senin (8/6/2026). Nantinya, Kementerian Sosial akan memberikan kriteria calon siswa.

Setelah menerima data tersebut, tim dari Dinsospermasdes akan melakukan kunjungan langsung ke rumah calon siswa untuk melakukan asesmen dan verifikasi kondisi keluarga.

"Dari pusat sudah ada database. Kemudian kami mendatangi rumah calon siswa untuk asesmen," jelasnya.

Sementara itu, untuk memenuhi kekurangan kuota jenjang SD karena baru 56 calon siswa, pihaknya terus melakukan pendekatan dan edukasi kepada keluarga calon siswa yang masuk dalam basis data Kementerian Sosial.

Muh Ali mengungkapkan, salah satu kendala dalam rekrutmen calon siswa SD adalah siswa yang belum siap berpisah jauh dari orang tua.

"Banyak calon siswa SD yang belum bersedia karena tidak ingin jauh dari orang tua. Karena sekolah ini nantinya menggunakan sistem asrama. Kalau untuk SMP dan SMA mayoritas justru bersedia," katanya.

Dengan demikian, pembangunan Sekolah Rakyat di Jepara telah mencapai 75 persen dan pendaftaran siswa telah dibuka. Hal ini menunjukkan bahwa upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut telah berjalan dengan baik.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.