Fokus Semarang | Perjalanan hidup Siti Halimah menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih cita-cita. Perempuan yang akrab disapa Mbak Kalim itu kini dikenal sebagai advokat muda di Semarang, meski jalan yang ditempuh untuk mencapai titik tersebut jauh dari kata mudah.
Nama Kalim sempat mendapat perhatian ketika memperoleh tawaran untuk bergabung dengan kantor hukum milik pengacara ternama Indonesia, Hotman Paris Hutapea. Kesempatan itu datang setelah beberapa kali pertemuan saat Hotman menangani perkara di Semarang.
“Tawaran itu tentu menjadi kehormatan bagi saya. Namun saat itu saya merasa masih perlu banyak belajar dan memperkuat kemampuan praktik hukum sebelum melangkah lebih jauh,” ujarnya saat dihubungi.
Alih-alih memilih jalan yang dianggap lebih menjanjikan di ibu kota, perempuan kelahiran Pati, 10 Juli 1995 itu justru memutuskan tetap berada di daerah untuk memperdalam kemampuan penyusunan dokumen hukum, negosiasi, dan analisis hukum.
Keputusan tersebut tidak lepas dari karakter tangguh yang terbentuk sejak kecil. Kalim kehilangan ayah ketika usianya baru satu bulan dan dibesarkan oleh ibunya seorang diri dalam kondisi ekonomi yang serba terbatas.
Sejak sekolah dasar hingga menengah atas, ia berupaya meraih pendidikan terbaik melalui jalur beasiswa. Semangat untuk mengubah nasib menjadi motivasi yang terus ia pegang hingga dewasa.
Saat menempuh pendidikan di Program Studi Ilmu Hukum Universitas Semarang, Kalim harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus biaya kuliah. Beragam pekerjaan pernah dijalani, mulai dari buruh pabrik di Demak dan Semarang hingga menjadi pramuniaga Alfamart selama sekitar satu setengah tahun.
“Saya pernah merasakan bekerja pagi sampai malam, lalu tetap harus memikirkan kuliah. Kondisi itu mengajarkan saya bahwa tidak ada hasil yang bisa diraih tanpa perjuangan,” ujarnya.
Keterbatasan ekonomi bahkan membuatnya beberapa kali mengambil cuti kuliah. Namun di tengah kesibukan tersebut, jiwa wirausahanya justru berkembang. Pada usia 23 tahun, ia merintis usaha ayam geprek dan tahu mercon yang sempat berkembang hingga memiliki dua cabang.
Usaha tahu mercon yang dibangun sejak 2018 bahkan masih bertahan hingga sekarang. Selain itu, Kalim juga mengelola usaha dekorasi balon dan buket bunga.
Setelah lulus sebagai Sarjana Hukum pada 2023, ia melanjutkan Pendidikan Profesi Advokat sembari aktif di berbagai organisasi dan kegiatan sosial politik. Ia pernah maju sebagai calon legislatif di Daerah Pemilihan 3 Kota Semarang, aktif di DPD Hanura Jawa Tengah, serta kini menjadi Staf Khusus Kaukus Politik Perempuan Indonesia Kota Semarang yang fokus pada advokasi hukum bagi perempuan.
Dedikasinya di bidang hukum ditempa melalui masa magang selama dua tahun tanpa menerima gaji. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting sebelum akhirnya resmi disumpah sebagai advokat pada 2025 di bawah naungan Peradi Bersatu Jawa Tengah.
Kini, selain menempuh pendidikan magister hukum, Kalim juga aktif menjalankan profesinya sebagai advokat sambil terus meningkatkan kapasitas diri.
Ia mengaku memiliki cita-cita besar untuk melanjutkan pengabdian di dunia hukum sebagai hakim.
“Saya ingin membuktikan bahwa anak dari keluarga sederhana juga bisa meraih cita-cita setinggi apa pun. Selama mau belajar, bekerja keras, dan tidak menyerah, selalu ada jalan untuk mencapai tujuan,” paparnya.
Bagiannya, perjalanan hidup yang penuh tantangan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Justru dari berbagai kesulitan itulah lahir semangat untuk terus melangkah menuju target berikutnya, yakni menembus seleksi hakim profesional di masa depan.
“Saya percaya setiap proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh tidak akan mengkhianati hasil. Yang terpenting adalah tetap konsisten dan terus memperbaiki diri,” tandasnya.
Jika Anda ingin menjadi seperti Siti Halimah, ingatlah bahwa kesabaran dan kerja keras adalah kunci untuk mencapai kesuksesan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.


