Fokus Semarang | Jakarta: Kolesterol tinggi seringkali disebut sebagai silent killer karena gejalanya hampir tidak terlihat pada awalnya. Namun, data Kemenkes RI menunjukkan bahwa penderita kolesterol di Indonesia mencapai 28% dari total populasi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Yang lebih mengejutkan lagi, kondisi ini sekarang didominasi oleh anak muda usia 15-24 tahun dan usia paruh baya. Oleh karena itu, jangan tunggu tua untuk mulai waspada dan jaga pola makan!

Kolesterol sendiri adalah zat yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk membran sel, vitamin D, dan hormon tertentu. Namun, jika kadar zat ini tidak terkendali atau meningkat hingga melebihi batas normal, hal itu bisa berbahaya bagi kesehatan.

Penyakit kolesterol tinggi bisa menyebabkan masalah kesehatan serius, seperti penyakit jantung dan stroke. Sayangnya, ciri-ciri kolesterol tinggi sering diabaikan dan hanya dianggap sebagai gejala kesehatan biasa.

Bagaimana cara mengenali gejala kolesterol tinggi? Berikut adalah 5 gejala yang sering diabaikan:

1. Rasa pegal di leher

Rasa pegal di leher mungkin sering diabaikan karena dianggap sebagai rasa pegal biasa akibat banyak aktivitas. Namun, saat kadar kolesterol meningkat, beberapa pembuluh darah di dalam tubuh bisa tersumbat, memengaruhi sirkulasi darah di kepala. Akibatnya, bisa menimbulkan keluhan rasa pegal atau nyeri di leher dan punggung.

2. Nyeri dan mati rasa di kaki

Rasa nyeri di kaki mungkin bisa dikarenakan terlalu lama berjalan. Namun, jika gejala tersebut berlangsung konstan, tidak ada salahnya untuk mencoba mengukur kadar kolesterolmu.

Kolesterol tinggi juga bisa menyebabkan penumpukan plak di arteri kaki, sehingga menimbulkan gejala berupa nyeri kaki. Mati rasa di kaki juga bisa menjadi ciri-ciri kolesterol tinggi akibat perkembangan plak di arteri. Hal ini karena penumpukan plak dalam aliran darah bisa mencegah darah yang kaya akan oksigen mengalir ke lengan dan kaki.

3. Nyeri dada

Sebaiknya, tanda ini jangan diabaikan! Kolesterol tinggi bisa menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah jantung. Bila sampai terjadi, pengidapnya bisa mengalami gejala nyeri dada. Kondisi tersebut bisa menjadi awal mula terjadinya penyakit jantung atau serangan jantung sebagai komplikasi kolesterol tinggi.

4. Sesak napas

Memang, sesak napas bisa disebabkan karena berbagai hal, salah satunya kolesterol tinggi. Hal itu bisa terjadi bila kolesterol jahat atau low density lipoprotein (LDL) menumpuk sebagai plak di arteri kecil jantung, dan menyebabkannya menyempit dan kaku. Akibatnya, aliran darah akan berkurang dan menyebabkan orang yang mengalaminya mudah merasa lelah dan sesak napas.

5. Bintik-bintik kuning pada kulit (Xanthoma)

Bintik-bintik ini muncul sebagai akibat dari penumpukan lemak di bawah kulit, terutama pada kasus lanjut atau herediter. Bintik-bintik ini muncul dalam bentuk benjolan atau bintik-bintik kuning pada kulit dengan tekstur lunak atau kenyal, dan biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Bintik-bintik ini biasanya muncul di sekitar mata, di atas tendon Achilles atau tendon lainnya, di siku dan lutut, atau di telapak tangan atau kaki.

Jika kamu menyadari salah satu dari gejala tersebut, sebaiknya bicarakan dengan dokter untuk pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.