Fokus Semarang | Pemkot Yogyakarta telah menggelar program bedah rumah serentak untuk 22 rumah warga dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-79. Kegiatan ini melibatkan puluhan pelaku usaha yang berpartisipasi melalui semangat gotong royong sebagai sponsor pembangunan. Program ini dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu bulan tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengatakan bahwa pemerintah berperan sebagai penggerak dan koordinator yang mempertemukan berbagai pihak untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Ia juga menilai program bedah rumah lebih bermanfaat dibandingkan kegiatan yang hanya bersifat seremonial.
Pemkot Yogyakarta juga mulai menerapkan konsep pembangunan ramah lingkungan dengan menggunakan material konstruksi yang berasal dari hasil pengolahan sampah. Material tersebut disediakan melalui kerja sama dengan PT Mulford Indonesia yang menghadirkan produk atap berbahan daur ulang bernama Alduro.
Salah satu penerima bantuan bedah rumah, Emiliana Budi Winarti, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Rumahnya yang sebelumnya tidak layak huni berhasil direnovasi menjadi tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman bagi penghuninya.
Pemkot Yogyakarta terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hunian warga dan menerapkan konsep pembangunan ramah lingkungan. Program ini dapat menjadi contoh bagi pemerintah lainnya untuk mengadopsi prinsip pembangunan yang lebih ramah lingkungan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.


