Fokus Semarang | Jakarta – Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VIII Manado mengadakan kegiatan penting untuk meningkatkan kesiapan dalam menghadapi tantangan keamanan maritim dan informasi. Pada tanggal 3 Juni 2026, Kodaeral VIII menggelar sharing session bertema “Multidomain Intelligence: Strategi Pengelolaan Isu di Media Sosial dalam Operasi Informasi Modern”.
Dalam acara tersebut, Dr. Safriady, Pemerhati Isu Strategis dan Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Unpad), hadir sebagai narasumber utama. Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi telah mengubah karakter ancaman keamanan dari yang semula berorientasi pada kekuatan fisik menjadi persaingan multidomain yang juga mencakup ruang siber dan ruang informasi.
Media sosial, menurut Dr. Safriady, kini menjadi arena strategis dalam pembentukan opini publik, penyebaran narasi, hingga operasi persepsi yang dapat memengaruhi stabilitas keamanan dan kepentingan nasional. Ia menekankan pentingnya kemampuan intelijen multidomain dalam mendeteksi, menganalisis, dan merespons berbagai isu yang berkembang di ruang digital agar organisasi mampu mengambil langkah cepat dan tepat dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi mengenai tantangan disinformasi, perang narasi, pemanfaatan kecerdasan buatan dalam operasi informasi, serta pentingnya membangun kesadaran situasional di tengah derasnya arus informasi global. Melalui sharing session ini, Kodaeral VIII menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas dan wawasan strategis personel dalam menghadapi tantangan keamanan maritim dan informasi yang semakin kompleks di kawasan Indo-Pasifik.
Komandan Kodaeral VIII, Laksamana Muda (Laksda) TNI Dery Triesananto Suhendi, serta para asisten, komandan satuan, dan perwira jajaran Kodaeral VIII hadir dalam acara tersebut. Mereka berdiskusi tentang pentingnya kemampuan intelijen multidomain dalam menghadapi ancaman keamanan maritim dan informasi.
Kegiatan ini menunjukkan komitmen Kodaeral VIII untuk terus meningkatkan kesiapan dalam menghadapi tantangan keamanan maritim dan informasi. Dengan kemampuan intelijen multidomain, Kodaeral VIII dapat lebih siap menghadapi ancaman keamanan maritim dan informasi yang semakin kompleks di kawasan Indo-Pasifik.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.


