Fokus Semarang | Rembang, Juni 2026 – Fenomena kenaikan tinggi muka air laut atau banjir rob kembali melanda kawasan pesisir Kabupaten Rembang. Kali ini, dampak cukup parah terlihat di Desa Pantiharjo, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang. Air laut yang pasang telah meluap hingga menggenangi akses jalan desa dan area permukiman, menyulitkan mobilitas warga yang harus menerobos genangan air.
Luapan air rob setinggi mata kaki hingga betis orang dewasa memenuhi sepanjang gang-gang desa. Beberapa kendaraan roda dua milik warga yang terparkir di depan rumah, bahkan ikut terendam air laut yang dikenal korosif.
Seorang warga yang mengabadikan momen tersebut, menyampaikan keluhannya yang ditujukan langsung kepada pemerintah daerah. Menurutnya, situasi ini kian memprihatinkan karena air tidak hanya menggenangi jalanan, melainkan sudah mulai merembes masuk ke dalam rumah-rumah warga.
Kondisi di bibir pantai Desa Pantiharjo memperlihatkan terjangan ombak yang langsung menghantam pantai. Warga yang tinggal di daerah tersebut telah lama mengalami dampak dari fenomena banjir rob ini.
Mereka telah lama meminta bantuan dari pemerintah daerah untuk mengatasi masalah ini. Mereka berharap dapat memiliki solusi yang efektif untuk mengurangi dampak banjir rob ini.
Saat ini, kondisi di Desa Pantiharjo semakin memprihatinkan. Warga harus menerobos genangan air yang luas untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Mereka berharap dapat memiliki akses yang lebih mudah untuk mencapai tempat-tempat penting di desa.
Banjir rob di Desa Pantiharjo Rembang merupakan masalah yang kompleks dan memerlukan solusi yang efektif. Pemerintah daerah harus berupaya untuk mengatasi masalah ini dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.


