Fokus Semarang | Suara Utama ID, Makassar – Pemerintah Kota Makassar menggelar peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026 dengan aksi simbolis yang menjadi sorotan publik, yakni pemusnahan dan "pematahan" rokok oleh Wali Kota Makassar sebagai bentuk komitmen terhadap pengendalian konsumsi tembakau di wilayah perkotaan.
Kegiatan yang berlangsung di halaman kantor Balai Kota Makassar tersebut dihadiri oleh unsur Forkopimda, tenaga kesehatan, pelajar, organisasi kepemudaan, serta sejumlah komunitas peduli kesehatan.
Suasana acara berlangsung meriah namun sarat pesan edukasi, terutama terkait bahaya rokok bagi kesehatan masyarakat.
Dalam momen puncak acara, Wali Kota Makassar secara simbolis mematahkan sejumlah batang rokok yang telah dikumpulkan dari hasil kampanye anti-rokok. Aksi tersebut disambut tepuk tangan peserta sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan hidup sehat tanpa asap tembakau.
Komitmen Pemerintah Kota Makassar
Dalam sambutannya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan bahwa peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum penting untuk memperkuat kesadaran publik tentang bahaya rokok.
"Ini bukan hanya simbol. Ini adalah ajakan kepada seluruh masyarakat Makassar, terutama generasi muda, untuk menjauhi rokok dan membangun gaya hidup sehat," tegasnya di hadapan peserta kegiatan.
Ia juga menekankan bahwa pemerintah kota terus mendorong kebijakan kawasan tanpa rokok di ruang-ruang publik, termasuk sekolah, fasilitas kesehatan, dan area pelayanan masyarakat. Menurutnya, upaya ini harus dilakukan secara konsisten dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Edukasi dan Kampanye Kesehatan
Selain aksi simbolik, kegiatan ini juga diisi dengan berbagai program edukasi kesehatan. Dinas Kesehatan Kota Makassar menghadirkan penyuluhan mengenai dampak rokok terhadap paru-paru, jantung, serta risiko penyakit kronis lainnya.
Para pelajar yang hadir juga mengikuti deklarasi "Generasi Tanpa Rokok", sebagai bentuk komitmen untuk tidak merokok sejak usia dini. Beberapa komunitas kesehatan turut membagikan brosur, masker, dan informasi tentang layanan berhenti merokok yang tersedia di puskesmas.
Sejumlah tenaga medis menjelaskan bahwa kebiasaan merokok masih menjadi salah satu penyebab utama penyakit tidak menular di Indonesia, termasuk di wilayah perkotaan seperti Makassar.
Respons Masyarakat dan Pelajar
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari para peserta, terutama kalangan pelajar yang mengaku semakin sadar akan bahaya rokok setelah mengikuti rangkaian acara.
Salah satu siswa SMA yang hadir mengaku kegiatan tersebut memberikan pemahaman baru. "Ternyata dampak rokok itu sangat besar, bukan hanya untuk perokok tapi juga orang di sekitarnya," ujarnya.
Sementara itu, beberapa komunitas pemuda menilai langkah Wali Kota Makassar melakukan aksi simbolis "patahkan rokok" merupakan cara efektif untuk menarik perhatian publik terhadap isu kesehatan yang selama ini sering dianggap sepele.
Harapan ke Depan
Pemerintah Kota Makassar berharap momentum Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026 ini dapat menjadi titik penguatan gerakan anti-rokok di masyarakat. Edukasi berkelanjutan diharapkan mampu menurunkan angka perokok usia remaja serta meningkatkan kualitas kesehatan warga kota.
Wali Kota juga mengajak seluruh orang tua untuk berperan aktif dalam mengawasi lingkungan anak-anak agar tidak terpapar kebiasaan merokok sejak dini.
"Kita ingin Makassar menjadi kota yang lebih sehat, produktif, dan bebas dari dampak buruk rokok. Ini tanggung jawab kita bersama," tutupnya.
Kegiatan peringatan ini diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama antara pemerintah kota, pelajar, dan organisasi masyarakat untuk mendukung gerakan "Makassar Bebas Asap Rokok".
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.


