Fokus Semarang | Pasar aset kripto telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah mengalami tekanan besar dalam beberapa pekan terakhir. Harga Bitcoin (BTC) berhasil rebound dan kembali bergerak di atas level US$63.000 setelah sebelumnya sempat menyentuh titik terendah tahun 2026 di kisaran US$61.000.
Pemulihan tersebut memberikan sentimen positif bagi sebagian altcoin yang mulai menarik perhatian investor. Di tengah kondisi pasar yang masih dibayangi ketidakpastian ekonomi global, sejumlah aset kripto dinilai memiliki peluang menarik untuk dipantau dalam jangka pendek.
Tiga aset kripto yang menjadi sorotan hari ini adalah UNI, MORPHO, dan ONDO. Ketiganya dinilai memiliki katalis positif yang dapat mendukung pergerakan harga dalam beberapa waktu ke depan.
UNI, token asli dari protokol decentralized exchange (DEX) terbesar di dunia, yaitu Uniswap, mendapat perhatian setelah aktivitas burn token meningkat signifikan, yang berpotensi mengurangi jumlah pasokan beredar di pasar.
MORPHO, proyek decentralized finance (DeFi), terus berkembang dan mendapatkan perhatian dari komunitas kripto karena menghadirkan solusi efisiensi dalam aktivitas pinjam-meminjam aset digital. Pertumbuhan ekosistem DeFi yang terus berlangsung menjadi salah satu faktor pendukung bagi pergerakan token MORPHO.
ONDO, token yang bergerak di sektor Real World Assets (RWA), dinilai memiliki prospek menarik seiring meningkatnya minat pasar terhadap tokenisasi aset dunia nyata. Segmen RWA sendiri menjadi salah satu tren terbesar dalam industri kripto sepanjang 2025 hingga 2026.
Investor perlu tetap cermat dalam mengambil keputusan karena potensi keuntungan memang tersedia, namun risiko kerugian juga tetap tinggi mengingat karakteristik pasar kripto yang bergerak sangat cepat.
Rekomendasi kripto hari ini adalah untuk memantau UNI, MORPHO, dan ONDO, yang dinilai memiliki katalis positif yang dapat mendukung pergerakan harga dalam beberapa waktu ke depan.
Level entry UNI berada di sekitar Rp46.000, sementara target profit diperkirakan berada di kisaran Rp53.000 dengan batas stop loss di area Rp43.800. Sementara itu, harga masuk MORPHO berada di kisaran Rp29.800 dengan target profit Rp36.500.
ONDO dikabarkan tengah mempersiapkan sejumlah pengembangan baru yang berpotensi meningkatkan aktivitas jaringan. Dengan semakin berkembangnya sektor RWA, banyak analis menilai bahwa ONDO berpeluang mendapatkan aliran modal baru dari investor institusional maupun ritel.
Strategi perdagangan untuk ONDO adalah dengan level entry di sekitar Rp6.000, target profit Rp7.700, dan stop loss di area Rp5.350.
Investor perlu tetap waspada terhadap data ekonomi global, terutama menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat yang dijadwalkan dalam pekan ini.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.


