Fokus Semarang | Situs Batujaya di Karawang, Jawa Barat, merupakan bukti bahwa Indonesia memiliki peradaban dengan nilai-nilai yang luhur sejak berabad-abad lalu. Situs ini bukan sekadar kawasan peninggalan purbakala, melainkan saksi bagaimana masyarakat hidup berdampingan pada masa lalu, berdampingan dalam keberagaman.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengungkapkan bahwa kompleks percandian di Batujaya yang merupakan candi Buddha, berasal dari abad ke-5, jauh lebih tua daripada Candi Borobudur (abad ke-8). Pada masa yang sama, kerajaan-kerajaan Hindu mulai tumbuh. Namun, kedua pemeluk agama itu bisa hidup berdampingan.
Lestari menambahkan bahwa empat pilar kebangsaan—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—bukan hadir di ruang kosong. Empat Pilar Kebangsaan itu hadir dari perjalanan panjang bangsa ini. Berbagai pikiran besar bertemu, yang kemudian membentuk kita menjadi satu bangsa. Peninggalan bersejarah di Batujaya adalah bagian penting dari perjalanan sejarah itu.
Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menegaskan pentingnya dukungan kebijakan dan kolaborasi lintas lembaga dalam merawat situs bersejarah yang berskala nasional itu. Karena, menurut Saan, pengembangan kawasan Situs Batujaya membutuhkan dukungan dari sejumlah sektor, seperti infrastruktur untuk kemudahan akses jalan menuju kawasan situs, dan penataan kawasan yang kewenangannya berada di sejumlah institusi dan lembaga.
Kolaborasi yang kuat antara para pemangku kepentingan di pusat dan daerah, institusi pendidikan, serta masyarakat, ujar Saan, harus direalisasikan sebagai bagian upaya pengembangan kawasan Situs Batujaya.
Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Jawa Barat Retno Raswaty mengungkapkan bahwa Situs Batujaya merupakan situs yang relatif baru ditemukan pada sekitar tahun 1980-an. Menurut Retno, sebuah peninggalan bersejarah tidak bisa eksis tanpa nilai-nilai yang ada di belakangnya.
Retno mengungkapkan bahwa kolaborasi pihaknya dengan Program Studi Arkeologi FIB UI merupakan langkah strategis dalam proses pelestarian warisan budaya nasional. Dia berharap, di kawasan Situs Batujaya dapat terbangun ekosistem yang harmoni antara budaya agraris yang sudah ada sejak masa lalu dengan pengembangan candi-candi di Situs Batujaya yang sarat nilai-nilai budaya dan agama.
Kesimpulan dari semua ini adalah bahwa Situs Batujaya merupakan bukti peradaban luhur bangsa Indonesia yang memiliki nilai-nilai keberagaman dan toleransi. Oleh karena itu, pengembangan kawasan Situs Batujaya harus dilakukan dengan kolaborasi yang kuat antara para pemangku kepentingan di pusat dan daerah, institusi pendidikan, serta masyarakat.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.


