Fokus Semarang | Jakarta: Pasangan selebritas Cut Meyriska dan Roger Danuarta telah menyelesaikan pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana jemaah umrah yang melibatkan Hanania Travel.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Keduanya menjalani pemeriksaan sebagai saksi pada Jumat, 12 Juni 2026. Usai pemeriksaan, Cut Meyriska mengungkapkan bahwa dirinya bersama sang suami menerima sekitar 30 pertanyaan dari penyidik.

"Tadi ada 30 pertanyaan dan semuanya berjalan lancar, tidak ada apa-apa. Kita sudah memberitahukan apa yang kita tahu dan menyerahkan semua persiapan (dokumen), seperti surat-surat kontrak," kata Cut Meyriska dikutip dari Metrotvnews.com, pada Sabtu, 13 Juni 2026.

Aktris berusia 33 tahun itu menjelaskan bahwa kerja sama mereka dengan Hanania Travel terjadi pada 2024 dalam rangka perjalanan umrah bersama keluarga.

"Sistemnya barter foto dan video, pure konten. Tapi kami juga ada yang berbayar karena perginya sekeluarga, seperti untuk anak aku. Tadi sudah ditunjukkan semua bukti transfer kekurangan bayar dan kontraknya ke penyidik," lanjutnya.

Sementara itu, Roger Danuarta mengaku dirinya dan sang istri awalnya tidak memiliki hubungan pribadi maupun mengenal langsung pemilik Hanania Travel. Ia menjelaskan bahwa informasi mengenai agen perjalanan tersebut pertama kali diperoleh melalui rekomendasi dari rekan mereka.

Roger mengatakan, sebelum memutuskan menggunakan jasa Hanania Travel, dirinya telah melakukan pengecekan terhadap legalitas dan rekam jejak perusahaan tersebut. Karena itu, ia merasa terkejut saat mengetahui travel yang pernah digunakannya kini terseret kasus hukum.

"Kami sudah cek, travel ini sudah akreditasi B dan mendapatkan rekor MURI. Kami juga tanya jamaah yang berangkat sebelumnya, mereka semua senang. Pada akhirnya seperti ini, kami tidak tahu apa-apa. Makanya kami bantu sebisa mungkin memberikan keterangan ke polisi," tegas Roger.

Dalam kesempatan yang sama, pasangan ini juga menyampaikan rasa prihatin dan simpati kepada para jemaah yang menjadi korban dalam kasus tersebut. Mereka berharap proses hukum yang sedang berjalan dapat memberikan kejelasan sekaligus keadilan bagi seluruh pihak yang dirugikan.

"Kami memakai kesempatan ini untuk mengucapkan bahwa kami bersimpati sama yang dialami oleh para jemaah. Kasihan sama jemaah yang belum berangkat. Semoga semuanya bisa mendapatkan keadilan dan jalan yang terbaik," tutup Roger Danuarta.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.