Fokus Semarang | Jakarta: Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia kini makin menancapkan taringnya di kancah global dengan menawarkan berbagai program pendidikan yang berkualitas. Salah satu program yang menarik perhatian adalah INSIGHT Scholarship, sebuah skema beasiswa yang ditujukan bagi mahasiswa internasional yang ingin menempuh pendidikan studi Islam di PTKIN di Indonesia.
Bukan sekadar kampus lokal, PTKIN kini membuktikan kapasitasnya dengan tidak hanya melayani mahasiswa dalam negeri, tetapi juga berekspansi memfasilitasi pelajar global. Rencananya, skema beasiswa kece ini akan dipresentasikan langsung di hadapan para diplomat asing pada 30 Juni 2026 mendatang.
Langkah ini menjadi strategi krusial untuk mengejar target besar pemerintah di sektor pendidikan tinggi. Pemerintah menargetkan peningkatan jumlah mahasiswa internasional yang belajar di Indonesia. Bahkan Presiden menantang agar pada tahun 2029 Indonesia mampu menarik sedikitnya 100 ribu mahasiswa asing untuk belajar di berbagai perguruan tinggi Indonesia, baik di universitas umum maupun perguruan tinggi keagamaan.
Kualitas PTKIN Indonesia kini sudah diakui dunia. Dalam ajang bergengsi QS World University Rankings by Subject 2026 untuk bidang Theology, Divinity and Religious Studies, tiga PTKIN sukses masuk radar global. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melesat ke peringkat 29 dunia, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di posisi 37, dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bertengger di kelompok 101–150 dunia.
Optimistis akan potensi raksasa Indonesia menjadi pusat gravitasi studi Islam dunia, Ani menuturkan bahwa tidak tertutup kemungkinan mahasiswa dari Eropa, Amerika, Singapura, dan negara-negara lain tertarik mempelajari studi Islam di Indonesia. Dengan perkembangan kajian Islam yang semakin maju, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat studi Islam dunia.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.


