Fokus Semarang | Kabar duka menyelimuti masyarakat Aceh setelah mantan Gubernur Aceh periode 2012-2017, dr. H. Zaini Abdullah, lebih dikenal sebagai Abu Doto, meninggal dunia pada Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 12.40 WIB dalam usia 86 tahun.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Informasi wafatnya tokoh Aceh tersebut dengan cepat menyebar melalui berbagai grup percakapan dan media sosial. Ucapan belasungkawa serta doa mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, politisi, hingga warga Aceh yang mengenal kiprah almarhum selama hidupnya.

Abu Doto meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Jenazahnya akan dimandikan sebelum dibawa ke rumah duka di kawasan Geuceu, Banda Aceh. Setelah itu, jenazah akan dishalatkan di Masjid Raya Baiturrahman usai pelaksanaan Salat Ashar.

Kepergian Abu Doto menjadi kehilangan besar bagi Aceh. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai salah satu figur yang memiliki peran penting dalam perjalanan politik Aceh pascaperdamaian. Ia lahir di Kabupaten Pidie pada 1939 dan berprofesi sebagai dokter sebelum terjun ke dunia politik.

Abu Doto pernah menetap di luar negeri selama konflik Aceh berlangsung dan menjadi salah satu petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di pengasingan. Dalam struktur GAM, Zaini dipercaya menjabat sebagai Menteri Kesehatan GAM. Setelah penandatanganan Nota Kesepahaman Helsinki pada 2005, ia kembali ke Aceh dan aktif dalam proses transisi perdamaian.

Karier politiknya mencapai puncak ketika terpilih sebagai Gubernur Aceh bersama Muzakir Manaf pada Pilkada Aceh 2012. Kepemimpinannya menjadi periode pemerintahan pertama yang dipimpin tokoh eks GAM melalui jalur politik pascaperdamaian.

Selama menjabat, Abu Doto dikenal sebagai sosok yang mendorong penguatan pelaksanaan kekhususan Aceh serta pembangunan daerah setelah konflik dan bencana tsunami. Hingga berita ini diturunkan, keluarga dan kerabat masih menerima pelayat yang terus berdatangan ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa terakhir kepada almarhum.

Setelah dimakamkan di kampung halamannya di Trieng Gadeng atau Trubue, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie, Abu Doto akan diingat sebagai salah satu tokoh Aceh yang berjasa dalam perjalanan politik dan pembangunan daerah.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.