Fokus Semarang | Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan bahwa pemerintah Amerika Serikat mungkin mengambil saham di perusahaan-perusahaan AI seperti OpenAI, Anthropic, dan xAI. Pernyataan ini muncul sebagai dukungan terhadap logika populis yang sebelumnya diungkapkan oleh Senator Bernie Sanders, yang telah menimbulkan kecemasan di kalangan pendukung MAGA-nya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Trump menyatakan, "Anda menjadikan mereka mitra dalam revolusi ini. Itu akan menjadi hal yang indah." Pernyataan ini mencerminkan konflik yang semakin tajam di dalam partai Republik mengenai regulasi AI dan dampaknya terhadap tenaga kerja.

Selama beberapa bulan terakhir, Trump berjuang untuk memegang dua posisi yang bertentangan: sebagai juara deregulasi AI dan pembela pekerja Amerika yang terancam oleh gangguan AI. Ketegangan ini semakin meningkat akibat tekanan dari berbagai pihak, termasuk basis pendukungnya, seorang sosialis dari Vermont, dan CEO Silicon Valley yang melihat potensi ancaman dari AI.

Program War Room Steve Bannon telah secara aktif menyerang perusahaan-perusahaan AI dengan tuduhan pencurian hak cipta dan penghancuran pekerjaan akibat algoritma. Para strategis Republik juga mencatat meningkatnya ketidakpuasan di kalangan pemilih MAGA terhadap AI, yang terlihat dalam hasil jajak pendapat.

Upaya legislasi untuk membatasi industri AI di bidang kehilangan pekerjaan dan keselamatan anak juga telah ditolak oleh Gedung Putih. Sementara itu, Anthropic baru-baru ini mengeluarkan peringatan publik bahwa sistem mereka berkembang dengan cepat dan mungkin segera dapat melakukan perbaikan diri tanpa pengawasan manusia.

Respon Trump terhadap situasi ini adalah perintah eksekutif pada 2 Juni, yang meminta perusahaan-perusahaan AI untuk secara sukarela menyerahkan model lanjutan untuk ditinjau pemerintah selama 30 hari sebelum dirilis ke publik. Sebelumnya, Trump telah membatalkan penandatanganan perintah yang lebih kuat. Namun, langkah ini mungkin menjadi awal dari investasi besar-besaran pemerintah pada perusahaan-perusahaan startup yang belum menguntungkan.

Politik yang dibawa Sanders baru-baru ini telah lama dipersiapkan. CEO OpenAI, Sam Altman, sebelumnya telah mengusulkan kepemilikan pemerintah kepada pejabat administrasi. Dia juga mencetuskan gagasan tentang dana kekayaan publik untuk memberikan warga negara bagian dalam pertumbuhan ekonomi berbasis AI.

Pernyataan Sanders pada 2 Juni mengenai American AI Sovereign Wealth Fund Act mengusulkan undang-undang yang akan mengenakan pajak sekali saja sebesar 5% pada perusahaan-perusahaan AI besar. Ini mencerminkan keinginan untuk memperkuat peran pemerintah dalam industri yang berkembang pesat ini.

Analisis ini menunjukkan bahwa pemerintah Amerika Serikat sedang berjuang untuk menemukan keseimbangan antara regulasi AI dan kepentingan bisnis. Sementara Trump dan Sanders memiliki pandangan yang berbeda-beda, keduanya berusaha untuk memenuhi kebutuhan pekerja dan investor.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.