Fokus Semarang | Penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia, dan Indonesia adalah salah satu negara yang rentan terhadap risiko ini. Salah satu faktor risiko utama yang sering tidak disadari masyarakat adalah tingginya kadar kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein) atau yang dikenal sebagai kolesterol jahat. Kolesterol adalah jenis lemak yang sebenarnya dibutuhkan tubuh untuk membentuk sel sehat, memproduksi hormon, dan membantu pembentukan vitamin D. Namun, kadar kolesterol yang berlebihan, terutama LDL, dapat meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah yang berujung pada serangan jantung dan stroke.
Sayangnya, kondisi ini sering kali menyerang tanpa disadari, sehingga banyak kasus baru terdeteksi setelah muncul komplikasi. Oleh karena itu, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kolesterol menjadi semakin penting. Pihak Mitra Keluarga Kemayoran pun sepaham dengan hal ini.
Dr. Reinaldo, Kadept. Medis Mitra Keluarga Kemayoran, mengatakan bahwa diperlukan inisiatif dari masyarakat untuk rutin memeriksakan kadar kolesterolnya atau melakukan medical check up untuk mencegah gangguan kesehatan jantung di masa depan. Medical check up yang perlu dilakukan secara berkala adalah pemeriksaan profil lipid, gula darah, tekanan darah, dan jantung.
Program ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kadar kolesterol untuk mencegah penyakit kardiovaskular. Rangkaian kegiatan yang dilakukan ialah talkshow kesehatan dan pemeriksaan kesehatan.
Dr. Nancy Virginia, Sp.JP(K), FIHA, FAsCC, FAPSC, Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah Mitra Keluarga Kemayoran, mengatakan bahwa kolesterol sebenarnya dibutuhkan tubuh, tetapi jika kadarnya berlebihan dapat menjadi faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke. Kolesterol tinggi juga sering kali tidak bergejala, sehingga banyak pasien baru mengetahui kondisinya setelah terjadi komplikasi.
Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan kolesterol secara rutin dan menghindari pola hidup yang tidak sehat, seperti konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, kurang aktivitas fisik, serta tingkat stres yang meningkat. Dengan demikian, risiko komplikasi kardiovaskular pun akan menurun di kemudian hari.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.


