Fokus Semarang | Jeda minum yang dipaksakan oleh FIFA di Piala Dunia 2026 menjadi kontroversi di kalangan penonton. Aturan yang dimaksudkan untuk melindungi pemain dari cuaca panas telah dibalik ke mana-mana, dengan stasiun televisi memanfaatkan kesempatan ini untuk menayangkan iklan.
Tidak hanya itu, kebijakan ini juga membuka peluang bagi pemegang hak siar untuk memasukkan jeda komersial selama laga berlangsung. Dengan demikian, penonton yang menonton pertandingan melalui siaran televisi akan kehilangan momen penting karena tayangan pertandingan belum kembali ketika laga dilanjutkan.
Sebagian penonton bahkan mengaku sempat kehilangan momen penting karena tayangan pertandingan belum kembali ketika laga dilanjutkan. Keluhan tersebut ramai bermunculan di media sosial, dengan banyak penggemar menilai jeda minum kini terasa lebih seperti ‘jeda iklan’ daripada upaya menjaga kondisi fisik pemain.
Para kritikus juga khawatir bahwa perubahan ini akan mengikis karakter tradisional sepak bola yang selama ini dikenal mengalir tanpa banyak interupsi. Meski demikian, FIFA tetap optimistis bahwa keseimbangan antara kebutuhan komersial, pengalaman penonton, dan keselamatan pemain dapat terjaga sepanjang turnamen berlangsung.
Tidak semua pemegang hak siar memilih memanfaatkan jeda minum sebagai ruang komersial. Telemundo, misalnya, tetap menampilkan suasana stadion, analisis pertandingan, serta interaksi pemain dan pelatih selama jeda berlangsung. Langkah tersebut mendapat respons positif dari sebagian penonton karena dianggap mampu menjaga atmosfer pertandingan tetap utuh.
Kontroversi hydration break ini juga memunculkan perdebatan baru mengenai arah penyelenggaraan Piala Dunia. Sebagian pengamat menilai turnamen edisi 2026 mulai mengadopsi pendekatan olahraga Amerika Utara yang sangat mengandalkan jeda komersial untuk meningkatkan pendapatan siaran.
Setiap pertandingan akan memiliki dua kali jeda minum, masing-masing satu kali di setiap babak. Waktu yang terpakai nantinya akan ditambahkan ke waktu tambahan pertandingan.
Rasa kesal penonton ini juga menimbulkan pertanyaan tentang apakah Piala Dunia 2026 akan tetap menjaga keaslian olahraga ini. Apakah kehadiran iklan di tengah pertandingan akan menjadi hal yang lazim di masa depan? Hanya waktu yang akan menunjukkan jawabannya.
Sebanyak dua kali jeda minum akan diselenggarakan selama setiap pertandingan, masing-masing di setiap babak. Waktu yang terpakai nantinya akan ditambahkan ke waktu tambahan pertandingan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.


