Fokus Semarang | Bulan Dzulhijjah menjadi momen yang penuh kegiatan sosial di Kabupaten Pati. Masyarakat di sini menggelar berbagai kegiatan seperti sedekah bumi dan pernikahan, yang berdampak pada lonjakan beban listrik. Menurut Manajer Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Pati, Kahfi Fikar Akbar, kenaikan beban puncak terjadi pada sore dan malam hari karena pengguna lampu daya tinggi dan sound system meningkat. "Karakteristik bulan Dzulhijjah di Pati sangat khas dengan maraknya kegiatan masyarakat, mulai dari hajatan pernikahan, sedekah bumi, hingga festival budaya," ujarnya. Meski demikian, PLN Pati siap hadapi lonjakan beban listrik dengan melakukan pemeliharaan gardu induk. Hal ini membuat kondisi ketenagalistrikan di Kabupaten Pati mampu menopang lonjakan beban tersebut. PLN wilayah Kabupaten mengambil langkah strategis, yakni memberi layanan multiguna, kesiapsiagaan personel, dan pemantauan beban trafo. Tujuannya, mengambil langkah sejak dini dalam memastikan ketenagalistrikan aman. "Layanan multiguna ini kami mempermudah warga yang punya hajat untuk membeli saya temporer," tambah Kahfi.
PLN Pati juga telah melakukan pemeliharaan gardu induk untuk memastikan kondisi ketenagalistrikan di Kabupaten Pati tetap aman. Dengan demikian, masyarakat di sini dapat menikmati listrik dengan aman dan nyaman. "Kami berharap bahwa dengan langkah-langkah ini, masyarakat di Kabupaten Pati dapat menikmati listrik dengan aman dan nyaman," ujar Kahfi. PLN Pati siap hadapi lonjakan beban listrik di Bulan Dzulhijjah dengan melakukan pemeliharaan gardu induk dan memberi layanan multiguna. Hal ini membuat kondisi ketenagalistrikan di Kabupaten Pati tetap aman dan stabil.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

