Fokus Semarang | Jakarta – BYD M6 menjadi salah satu pilihan populer di pasar mobil listrik Indonesia. Harga tetap stabil sejak tahun lalu, mulai dari Rp 383 juta hingga Rp 433 juta. Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa BYD M6 konsisten masuk daftar mobil listrik terlaris.
Pada April 2026, model ini bahkan menempati posisi kedua dengan distribusi mencapai 2.472 unit. Stabilitas harga ini memberi kepastian bagi konsumen yang mempertimbangkan pembelian.
BYD M6 dilengkapi dengan baterai berkapasitas 71,8 kWh dan menggunakan motor AC Permanent Magnet Synchronous dengan penggerak roda depan. Varian Standard menghasilkan tenaga 120 kW, sementara varian Superior Captain dan Superior mencapai 150 kW.
Mobil ini juga menawarkan kabin luas dan fleksibel, serta berbagai fitur modern seperti sistem infotainment layar sentuh, kamera 360 derajat, sensor parkir, dan fitur bantuan pengemudi. Dengan biaya operasional yang lebih rendah dibanding mobil berbahan bakar konvensional serta dukungan infrastruktur pengisian daya yang terus berkembang di Indonesia, BYD M6 semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu MPV listrik yang layak dipertimbangkan.
Di pasar mobil bekas, penjual menawarkan BYD M6 di kisaran Rp 300 jutaan. Misalnya, varian Premium tahun 2024 dengan jarak tempuh sekitar 15.000 km dijual sekitar Rp 330 juta. Kondisi ini menunjukkan bahwa nilai jual kembali mobil listrik ini masih cukup kuat.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.


