Fokus Semarang | OTOMOTIF – Kekhawatiran soal umur baterai masih menjadi salah satu alasan utama masyarakat ragu membeli mobil listrik maupun hybrid. Banyak calon konsumen takut biaya penggantian baterai terlalu mahal dan usia pakainya singkat.
Padahal, perkembangan teknologi kendaraan elektrifikasi membuat daya tahan baterai saat ini jauh lebih baik dibanding beberapa tahun lalu.
Bahkan, menurut teknisi spesialis kendaraan hybrid dan EV, usia baterai mobil listrik modern bisa mencapai lebih dari satu dekade apabila dirawat dengan benar.
Baterai Mobil Listrik Bisa Bertahan 10-12 Tahun
Kepala Teknisi Domo Hybrid EV, Yogig Pramono, mengatakan usia baterai sangat dipengaruhi oleh jenis baterai dan pola penggunaan kendaraan.
Namun dengan perawatan rutin, usia baterai tersebut bisa jauh lebih panjang.
“Kalau mobil EV atau hybrid yang masih pakai nikel itu rata-rata usianya delapan tahun. Tapi kalau melakukan perawatan rutin, bisa tembus 11 tahun sampai 12 tahun,” ujarnya.
Pernyataan ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa baterai mobil listrik cepat rusak dalam waktu singkat.
Mobil Modern Kini Pakai Baterai Lithium dan LFP
Yogig menjelaskan sebagian besar mobil hybrid keluaran 2017 ke atas sudah menggunakan teknologi baterai lithium.
Sementara banyak mobil listrik modern kini memakai baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) yang dikenal lebih tahan lama dan lebih aman.
Dibanding baterai nikel generasi lama, teknologi lithium dan LFP menawarkan:
Siklus pengisian lebih panjang
Risiko overheat lebih rendah
Efisiensi daya lebih baik
Umur pakai lebih panjang
“Kalau untuk tahun 2017 sampai sekarang rata-rata beberapa mobil hybrid sudah pakai lithium. Sementara mobil EV banyak yang sudah pakai LFP. Usianya lebih panjang, paling tidak bisa tembus 10 tahun,” kata Yogig.
Perawatan Jadi Faktor Paling Penting
Meski teknologi baterai terus berkembang, perawatan tetap menjadi faktor utama yang menentukan umur baterai kendaraan elektrifikasi.
Jika baterai terlalu panas dalam jangka panjang, performa dan kapasitasnya bisa menurun lebih cepat.
Mobil Hybrid Wajib Menyalakan AC
Pada mobil hybrid, sistem pendinginan baterai umumnya memanfaatkan udara dingin dari kabin kendaraan.
Artinya, penggunaan AC sangat penting untuk menjaga suhu baterai tetap ideal.
“Kalau di mobil hybrid itu harus menyalakan AC juga. Karena pendingin baterainya mengambil udara dingin dari AC kabin untuk mendinginkan baterai,” jelas Yogig.
Banyak pengguna mobil hybrid yang belum memahami hal ini dan justru jarang menggunakan AC demi menghemat bahan bakar.
Padahal, kebiasaan tersebut justru bisa mempercepat penurunan performa baterai.
Mobil Listrik Punya Sistem Pendingin Berbeda
Berbeda dengan mobil hybrid, mobil listrik modern menggunakan beberapa jenis sistem pendinginan baterai.
Sebagian memakai:
Pendingin cairan (coolant)
Pendingin berbasis AC
Kombinasi keduanya
Karena itu, metode perawatan tiap mobil listrik bisa berbeda tergantung teknologi pabrikan.
Coolant Harus Diganti Berkala
Untuk mobil listrik yang menggunakan pendingin cairan, pemilik kendaraan wajib rutin mengganti coolant.
“Kalau yang pakai coolant, sebaiknya rutin ganti coolant sekitar setiap 40.000 kilometer,” ujarnya.
Freon dan Oli Kompresor Juga Penting
Sementara pada mobil listrik yang memakai sistem pendingin berbasis AC, komponen seperti freon dan oli kompresor juga wajib diperhatikan.
Jika sistem pendingin tidak optimal, suhu baterai dapat meningkat dan mempercepat degradasi sel baterai.
“Kalau yang menggunakan AC, freon dan oli kompresor juga harus diganti supaya pendinginan tetap maksimal dan usia baterai bisa lebih panjang,” kata Yogig.
Apakah Baterai EV Harus Diganti Total?
Banyak orang mengira kerusakan baterai mobil listrik atau hybrid selalu harus diganti satu paket dengan biaya puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Padahal dalam beberapa kasus, kerusakan hanya terjadi pada sel tertentu.
Bengkel spesialis biasanya bisa melakukan:
Penggantian per sel
Penggantian modul baterai
Balancing tegangan baterai
Kalibrasi ulang sistem
Cara ini membuat biaya perbaikan jauh lebih murah dibanding mengganti satu paket baterai utuh.
Biaya Perbaikan Baterai Hybrid Mulai Rp 1,2 Juta
Untuk mobil hybrid tertentu seperti Toyota Camry Hybrid, penggantian sel baterai bekas dengan kondisi sehat bisa dilakukan mulai Rp 1,2 juta per sel.
Sedangkan sel baru dibanderol sekitar Rp 2 juta per sel.
Karena satu paket baterai terdiri dari banyak sel, biaya total tergantung jumlah sel yang mengalami kerusakan.
Tips Agar Baterai Mobil Listrik Awet
Agar umur baterai lebih panjang, pemilik mobil listrik dan hybrid disarankan:
Hindari baterai terlalu panas
Jangan terlalu sering fast charging
Rutin servis sistem pendinginan
Ganti coolant tepat waktu
Hindari overcharge berlebihan
Gunakan charger sesuai standar pabrikan
Perawatan sederhana tersebut bisa membantu menjaga kesehatan baterai hingga lebih dari 10 tahun.
Masa Depan Kendaraan Elektrifikasi
Dengan teknologi baterai yang semakin maju, kekhawatiran soal umur baterai perlahan mulai berkurang.
Saat ini banyak produsen mobil listrik bahkan memberikan garansi baterai hingga:
8 tahun
160.000 kilometer
atau lebih
Hal ini menunjukkan kepercayaan industri terhadap daya tahan baterai kendaraan elektrifikasi modern.
FAQ
Berapa lama umur baterai mobil listrik?
Rata-rata 8 hingga 12 tahun tergantung jenis baterai dan perawatan.
Apakah baterai mobil hybrid cepat rusak?
Tidak. Jika dirawat dengan benar, baterai hybrid bisa bertahan lebih dari 10 tahun.
Apa baterai mobil listrik harus diganti total?
Tidak selalu. Dalam beberapa kasus hanya sel atau modul tertentu yang perlu diganti.
Berapa biaya perbaikan baterai hybrid?
Penggantian sel baterai bisa mulai sekitar Rp 1,2 juta per sel.
Apa yang membuat baterai EV cepat rusak?
Suhu panas berlebihan, overcharge, dan sistem pendinginan yang tidak optimal.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.


