Fokus Semarang | PT Arkadia Digital Media Tbk (Digi) kembali melaporkan kinerja keuangan positif di sepanjang tahun buku 2025. Laba bersih atau profit Perseroan tercatat naik 45,1% year-on-year (YoY), yaitu mencapai sebesar Rp 1,763 miliar, di mana tahun sebelumnya tercatat Rp 1,215 miliar.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Capaian ini, selain kembali menjadi bukti daya tahan dan ketangguhan model bisnis Perseroan di tengah tantangan industri, juga istimewa karena melanjutkan grafik positif dari tahun sebelumnya,” jelas Suwarjono dalam paparannya di sesi Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

Berdasarkan capaian dan inisiatif yang telah dijalankan, Suwarjono mengaku bahwa Direksi PT. Arkadia Digital Media optimistis terhadap prospek usaha ke depan. Menurutnya, optimalisasi iklan langsung dari perusahaan swasta dan mitra masih menjadi salah satu fokus utama, sejalan dengan perubahan strategi konten yang menyasar audiens pengambil kebijakan maupun kalangan umum.

“Selain itu, ada setidaknya enam faktor yang membuat manajemen optimistis bisnis Perseroan akan naik signifikan. Pertama, pengembangan program-program baru berbasis ekosistem media, komunitas dan sosial media; kedua, program kerja sama dengan platform global seperti Meta, platform AI, Google, mesin pencari yang juga kembali naik; ketiga, kenaikan budget belanja iklan media; keempat, pengembangan layanan Aura Research yang berbasis data dan teknologi AI; kelima, pengembangan social media berbasis media lokal, influencer, hingga content creator; dan keenam, orkestrasi komunitas yang saat ini sudah dikembangkan Perseroan, yaitu komunitas konten kreator, influencer, KOL, media lokal dan homeless media lokal, UMKM lokal, kampus, mahasiswa dan kampus lokal, serta komunitas segmentasi khusus,” paparnya.

Dalam sesi Paparan Publik (Public Expose) yang digelar lewat penyelenggaraan online menggunakan aplikasi Zoom, Suwarjono kembali memaparkan mengenai setidaknya 6 faktor atau elemen yang membuat manajemen merasa optimistis untuk perkembangan dan kemajuan bisnis ke depan.

“Lainnya, budget belanja iklan yang bisa didapat media melalui berbagai saluran, termasuk lewat social media, secara total juga masih naik signifikan, sebagaimana data We Are Social yang bisa dilihat dalam presentasi kami. Ini tentu menghadirkan optimisme, sekaligus menjadi peluang yang harus dimaksimalkan. Juga menjadi salah satu dari 6 faktor yang kami maksud dan telah kami mulai, yaitu dalam hal pengembangan social media berbasis media lokal, influencer, hingga content creator,” ungkap Suwarjono, sembari menjawab pertanyaan dari salah satu peserta Public Expose.

Dalam waktu dekat, Perseroan pun akan meluncurkan layanan model bisnis baru berbasis AI, yakni memanfaatkan generative engine optimization (GEO) untuk mendapatkan hasil konten melalui prompting AI dengan hasil sesuai keinginan klien atau mitra. Layanan ini merupakan pengembangan dari SEO atau saat audiens melakukan pencarian di mesin pencari Google.

Sebagai penutup, Suwarjono kembali menggarisbawahi bahwa manajemen Perseroan merasa yakin dan percaya jika diversifikasi sumber pendapatan melalui berbagai lini akan terus menjadi kekuatan perusahaan untuk berkembang. Ditambah dengan adanya soliditas tim dan inovasi nyaris tanpa henti, yang sejauh ini masih menjadi fondasi kuat untuk meningkatkan lagi kinerja Perseroan ke depan.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.