Fokus Semarang | Denpasar, BALIKONTEN.COM – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Jawa Timur telah melaksanakan pelantikan pengurus baru periode 2025-2030 di Grand Mercure Hotel Surabaya. Acara ini dipimpin oleh Ketua Umum JMSI Pusat, Teguh Santosa, dan didampingi Sekretaris Platform Digital JMSI, Iqbal Irsyad.
Wakil Ketua Dewan Pers Bidang Penelitian, Pendataan, dan Ratifikasi Pers, Yogi Hadi Ismanto, hadir dalam acara tersebut. Ia menekankan pentingnya profesionalisme dalam industri media siber, terutama dalam era digitalisasi dan disrupsi informasi. Menurutnya, profesionalisme media dibangun melalui peningkatan kompetensi wartawan, verifikasi perusahaan pers, serta penguatan literasi media dan etika jurnalistik.
Yogi juga menekankan bahwa verifikasi perusahaan pers bukanlah kewajiban, melainkan hak yang dapat dimanfaatkan perusahaan media untuk memperoleh pengakuan atas standar yang telah dipenuhi. Hal yang sama juga berlaku bagi Uji Kompetensi Wartawan (UKW), yang merupakan hak wartawan untuk memperoleh pengakuan kompetensi profesi sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum JMSI Pusat, Teguh Santosa, mengapresiasi kiprah JMSI Jawa Timur yang dinilai aktif membina dan mendampingi perusahaan pers anggota di tengah tantangan industri media yang semakin kompleks. Ia juga menyoroti kondisi industri media yang menghadapi tekanan ekonomi cukup berat, sehingga diperlukan inovasi dan penguatan tata kelola perusahaan.
Pengurus JMSI Jawa Timur periode 2025-2030 memiliki karakter yang berbeda dibanding periode sebelumnya, dengan sekitar 80% pengurus merupakan wajah baru yang lebih muda dan representatif dari berbagai daerah di Jawa Timur. Mereka berkomitmen membantu perusahaan pers anggota agar semakin profesional melalui berbagai program pelatihan, pendidikan, seminar, diskusi kelompok terarah, hingga lokakarya.
JMSI Jawa Timur juga menyerahkan JMSI Jatim Award kepada sejumlah tokoh, instansi pemerintah, unsur TNI, dan korporasi yang dinilai berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat serta mendukung keberlangsungan media siber yang profesional.
Apresiasi terhadap peran JMSI dalam menjawab tantangan transformasi media di era digital juga disampaikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin. Ia menyatakan siap memperkuat kolaborasi dengan JMSI melalui berbagai program peningkatan kapasitas, termasuk pengembangan platform Klinik Hoaks.
Jadi, JMSI Jatim telah memulai perjalanan baru dalam upaya meningkatkan profesionalisme media siber di Jawa Timur. Dengan komitmen yang kuat dan peran yang strategis, diharapkan JMSI Jatim dapat menjadi contoh bagi media siber lainnya di Indonesia dalam menjawab tantangan transformasi media di era digital.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.


