Fokus Semarang | Jumat, 10 Juni 2026 – Sukoharjo – Dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan, Tani Merdeka Sukoharjo meluncurkan program pertanian terpadu yang bertujuan meningkatkan produktivitas lahan milik petani di Sukoharjo. Program ini diwujudkan dalam bentuk edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya pertanian terpadu dalam meningkatkan ketersediaan hasil panen.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ketua DPD Tani Merdeka Sukoharjo, Nikolaus Roni, menekankan pentingnya fokus pada program ketahanan pangan nasional melalui pendekatan inovatif dan pengawasan ketat di lapangan. Ia juga menyerukan antisipasi dini terhadap tantangan musim kemarau, terutama terkait kendala irigasi yang kerap membayangi hasil panen.

Program Tani Merdeka tidak hanya berfokus pada teknis budidaya, melainkan juga pada fungsi pengawalan kebijakan pemerintah agar tepat sasaran. Ketua Umum DPP Tani Merdeka, Don Muzakir, menekankan pentingnya peran kader di daerah untuk menjadi mata dan telinga pemerintah dalam mengamankan rantai pasok pertanian.

Acara ini turut disaksikan oleh Bupati Sukoharjo Etik Suryani bersama Wakil Bupati Eko Sapto Purnomo, Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Tengah Wawan Pramono, Ketua DPD Partai Gerindra Titik Suprapti, jajaran pejabat, tokoh masyarakat, serta ratusan petani yang tergabung dalam organisasi Tani Merdeka.

Program Tani Merdeka Sukoharjo diarahkan untuk bergerak tanpa memandang golongan politik. Fokus utama organisasi tetap bertumpu pada penguatan kapasitas petani, mitigasi dampak perubahan iklim, serta pelaksanaan aksi penanaman nyata di lapangan guna menghadapi ancaman kekeringan.

Program Tani Merdeka Sukoharjo merupakan salah satu contoh keberhasilan organisasi dalam meningkatkan ketahanan pangan di Sukoharjo. Melalui sinergi lintas sektoral bersama pemerintah daerah, TNI, dan Polri, Tani Merdeka Sukoharjo diarahkan untuk bergerak tanpa memandang golongan politik.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.