Fokus Semarang | Pada tanggal 3 Juni 2026, Polres Jepara mengadakan konferensi pers untuk mengungkap hasil forensik kasus kematian ARS (24), warga Desa Tubanan, Kecamatan Kembang. Kasus ini telah menimbulkan banyak spekulasi dan pertanyaan mengenai motif yang melatarbelakangi peristiwa tersebut.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Wakapolres Jepara, Kompol Faris Budiman, menjelaskan bahwa proses penyelidikan masih berjalan. Sejauh ini, penyidik telah meminta keterangan dari 18 saksi dan mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk dua bilah pisau dan satu unit telepon genggam milik korban.

Kasat Reskrim Polres Jepara, AKP M. Faizal Wildan Umar, mengatakan bahwa hasil pemeriksaan terhadap telepon genggam korban tidak menemukan petunjuk yang berkaitan langsung dengan peristiwa kematian tersebut. Penyidik juga melakukan analisis terhadap bercak darah yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian dan menemukan bahwa seluruh sampel darah yang diperiksa dipastikan berasal dari korban.

Hasil autopsi menunjukkan bahwa korban mengalami sejumlah luka akibat benda tajam pada bagian leher, pergelangan tangan kiri, dan dada. Luka pada leher menyebabkan terputusnya pembuluh darah besar di sisi kiri leher yang memicu perdarahan hebat dan menjadi penyebab utama kematian korban.

Untuk melengkapi penyelidikan, polisi juga menggandeng Asosiasi Psikologi Forensik (Apsifor) Jawa Tengah guna melakukan otopsi psikologis. Proses tersebut dilakukan melalui observasi, wawancara dengan keluarga, kerabat, dan pihak terkait, serta analisis berbagai data pendukung.

Berdasarkan hasil kajian, korban diketahui memiliki karakter yang cenderung tertutup, jarang membagikan perasaan maupun persoalan pribadinya kepada orang lain, serta memiliki kecenderungan membatasi interaksi sosial.

Penyidik masih berupaya mengungkap motif di balik kematian korban dan mengimbau masyarakat yang memiliki informasi relevan untuk menyampaikannya kepada penyidik sehingga dapat ditindaklanjuti dan tidak berkembang menjadi informasi yang menyesatkan.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.