Fokus Semarang | Setelah lebih dari setahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat akhirnya memastikan bahwa rehabilitasi jembatan gantung penghubung Gampong Canggai dan Gampong Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, akan segera dilakukan. Infrastruktur vital ini telah mengalami kerusakan parah akibat banjir bandang pada akhir November 2025.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat telah menyiapkan anggaran sebesar Rp1 miliar untuk membiayai proyek rehabilitasi ini. Anggaran tersebut berasal dari Transfer Kas Kedaerahan (TKKD) dalam APBK Aceh Barat Tahun Anggaran 2026.

Plt Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Fadly Octora, menyatakan bahwa proses administrasi proyek kini telah siap untuk dilaksanakan. Ia berharap bahwa pengerjaan fisiknya dapat dimulai pada awal Juli 2026.

Rehabilitasi jembatan gantung ini sangat penting bagi warga di kedua gampong tersebut. Sejak jembatan ini putus, warga dewasa yang ingin bepergian terpaksa menempuh jalur memutar sejauh 8 kilometer. Hal ini lebih mengkhawatirkan menimpa anak-anak sekolah yang harus menyeberangi sungai secara langsung atau menumpang perahu penyeberangan demi mencapai sekolah mereka.

“Kami sangat merasakan kondisi masyarakat di sana, terutama anak-anak yang bertaruh risiko menyeberang sungai. Aktivitas ekonomi, kesehatan, dan pelayanan publik juga ikut terhambat,” jelas Fadly.

Jembatan ini masuk dalam skala prioritas pemerintah daerah mengingat fungsinya sebagai akses utama warga pedalaman Kecamatan Pante Ceureumen.

“Insyaallah, kalau tidak ada hambatan, Juli 2026 proyek rehabilitasi jembatan gantung Canggai–Jambak ini akan segera terealisasi setelah tender selesai,” kata Fadly.

Rehabilitasi jembatan gantung ini tidak hanya akan memudahkan perjalanan warga di kedua gampong tersebut, tetapi juga akan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.