Fokus Semarang | Rembang, sebuah kabupaten di Jawa Tengah, sedang menghadapi ancaman banjir rob yang kian mengancam permukiman warga. Gelombang pasang ini telah merendam sedikitnya 13 rumah warga dan merusak satu lokasi pembibitan benur di kawasan pesisir. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang telah bergerak cepat untuk menangani situasi ini dengan menggodok solusi jangka panjang berskala besar. Langkah ini ditempuh melalui koordinasi intensif bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.
Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, Muhammad Luthfi Hakim, penanganan rob di Rembang telah mendapat perhatian serius dari tingkat atas. Bupati Rembang telah berkomunikasi langsung dengan Gubernur Jawa Tengah untuk menyelaraskan langkah mitigasi.
Selain itu, Pemkab Rembang juga telah mengidentifikasi tiga titik krusial yang paling rentan terhadap banjir rob, yaitu Desa Pantiharjo Kecamatan Kaliori, Desa Sumurtawang Kecamatan Kragan, dan Desa Pandangan Kulon Kecamatan Kragan. Dampak dari cuaca ekstrem ini telah menyebabkan kerusakan parah di Desa Sumurtawang, dengan sedikitnya 13 rumah warga yang terendam.
Untuk menangani situasi ini, Pemkab Rembang telah mengambil langkah-langkah untuk membangun breakwater permanen yang dapat menangkal gelombang pasang. Breakwater ini akan dibangun di tiga titik krusial yang telah diidentifikasi sebelumnya.
Dengan demikian, Pemkab Rembang berharap dapat mengurangi risiko banjir rob dan melindungi warga dari dampak cuaca ekstrem.
Selain itu, Pemkab Rembang juga telah mengadakan rapat koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menyelaraskan langkah mitigasi. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya siaga bencana dan meningkatkan kemampuan respond terhadap bencana.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

