Fokus Semarang | Jakarta – Baterai merupakan komponen utama pada mobil hybrid dan kendaraan listrik (EV). Komponen ini tidak hanya menyuplai tenaga, tetapi juga menjadi bagian yang biaya penggantiannya cukup mahal. Oleh karena itu, pemilik kendaraan perlu menjaga kondisi baterai agar tetap optimal dan berumur panjang.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pemilik kendaraan sering menganggap baterai tidak perlu diperiksa selama mobil masih berfungsi normal. Namun, pemilik perlu melakukan pengecekan rutin untuk memastikan kondisi sel baterai, sistem pendingin, serta komponen pendukung lainnya tetap bekerja dengan baik. Dengan perawatan yang tepat, teknisi dapat mendeteksi potensi kerusakan lebih awal sebelum berkembang menjadi masalah besar.

Selain kurang perawatan, Yogig juga menjelaskan bahwa sebagian pengguna sering menguji performa mobil dengan melakukan akselerasi penuh. Kondisi ini menyebabkan tegangan baterai turun sementara. Namun, setelah pengemudi melepas pedal gas, tegangan baterai kembali normal.

Yogig menjelaskan bahwa penurunan voltase saat akselerasi merupakan hal wajar karena baterai sedang bekerja keras mengeluarkan arus besar. Setelah beban berkurang, voltase kembali naik ke kondisi stabil.

Risiko saat baterai hampir habis

Yogig menambahkan bahwa kondisi berbahaya dapat terjadi jika pengemudi terus melakukan akselerasi saat baterai hampir habis. Jika kapasitas baterai berada di sekitar 20 persen lalu terus dipaksa bekerja keras, salah satu sel baterai dapat mencapai batas minimum.

Jika hal ini terjadi, sistem Battery Management System (BMS) akan memutus aliran listrik untuk melindungi baterai dari kerusakan. Akibatnya, mobil bisa mati total sebagai bentuk perlindungan sistem.

Tips merawat baterai EV

Berdasarkan penjelasan Yogig, berikut beberapa tips merawat baterai EV agar awet dan tidak cepat rusak:

  1. Pilih lokasi parkir yang teduh dan tidak terpapar sinar matahari langsung.
  2. Jangan biarkan baterai kosong terlalu lama. Cobalah untuk mengisi baterai setidaknya 50% setiap hari.
  3. Jangan lupa untuk melakukan perawatan rutin pada baterai, seperti memeriksa kondisi sel baterai dan sistem pendingin.
  4. Jangan melakukan akselerasi penuh jika baterai hampir habis.
  5. Pilih jenis baterai yang tepat untuk kendaraan Anda.

Perawatan rutin pada baterai EV dapat membantu menghemat biaya penggantian dan memastikan kinerja kendaraan tetap optimal.

Agar baterai EV awet dan tidak cepat rusak, pemilik kendaraan harus melakukan perawatan rutin dan mengikuti tips di atas.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.