Fokus Semarang | Di tahun 2026, film horor psikologis Backrooms menjadi salah satu tontonan paling ramai diperbincangkan. Film ini merupakan adaptasi layar lebar dari serial web populer The Backrooms karya kreator YouTube Kane Parsons atau Kane Pixels.
Mengusung konsep liminal space, Backrooms menghadirkan suasana ruang kosong yang terasa aneh, menyeramkan, dan seolah tidak memiliki akhir. Konsep tersebut sebelumnya viral di internet, khususnya di Reddit dan TikTok.
Cerita berpusat pada Clark, seorang pemilik toko furnitur yang tengah berjuang menghadapi kecanduan alkohol dan persoalan rumah tangga hingga berujung perceraian. Suatu hari, Clark menemukan sebuah celah misterius saat memeriksa gangguan listrik di ruang bawah tanah tokonya.
Celah tersebut membawanya masuk ke ruangan aneh berwarna kuning kusam yang tampak tidak berujung. Di dalam ruang misterius itu terdapat tumpukan furnitur seperti meja, kursi, lampu, hingga lemari yang tersusun tidak beraturan. Suasana semakin mencekam ketika Clark mendengar suara asing dari lorong-lorong gelap yang menyerupai labirin.
Clark kemudian menceritakan pengalamannya kepada terapisnya, Dr. Mary Kline. Awalnya, sang terapis tidak percaya dengan cerita tersebut. Namun Clark tetap bersikeras bahwa tempat itu benar-benar ada.
Ia lalu mengajak asistennya, Kat, bersama kekasih Kat bernama Bobby untuk memasuki Backrooms dengan membawa peralatan dokumentasi. Perjalanan mereka berubah menjadi mimpi buruk setelah berbagai entitas misterius mulai bermunculan dan meneror mereka di dalam ruangan tak berujung tersebut.
Ketika Clark menghilang secara misterius, Dr. Mary Kline akhirnya memutuskan masuk ke wilayah tersebut demi menyelamatkannya.
Backrooms sukses mencatatkan debut luar biasa di box office global. Film ini meraih pendapatan lebih dari US$118 juta secara global pada pekan pertama penayangannya. Pencapaian tersebut sekaligus menjadikan Backrooms sebagai film dengan debut terbesar sepanjang sejarah rumah produksi A24.
Kesuksesan film ini juga membuat Kane Parsons tercatat sebagai salah satu sutradara termuda yang berhasil membawa filmnya menempati posisi pertama box office dunia.
Horor Internet yang Sukses ke Layar Lebar
Keberhasilan Backrooms menjadi bukti bahwa karya horor berbasis internet mampu menarik perhatian penonton bioskop secara global. Nuansa ruang kosong yang sunyi, suasana psikologis yang menekan, serta kemunculan makhluk misterius menjadi daya tarik utama film ini.
Banyak penonton menyebut Backrooms menghadirkan pengalaman horor berbeda dibandingkan film horor konvensional karena lebih mengandalkan atmosfer ketegangan dibandingkan jumpscare berlebihan.
Film Backrooms dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 12 Juni 2026.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.


