Fokus Semarang | Konsistensi menjadi ciri utama yang terus dijaga oleh Sedekaholic Community Kendal. Selama 11 tahun terakhir, komunitas sosial ini rutin membagikan nasi bungkus kepada masyarakat yang membutuhkan setiap Jumat pagi.
Kegiatan yang dimulai sejak pertengahan 2015 itu masih berlangsung hingga kini dan hanya berhenti saat Hari Raya Idulfitri. Berawal dari sekelompok anak muda di Kecamatan Kaliwungu, gerakan sederhana tersebut berkembang menjadi aksi sosial yang menjangkau berbagai wilayah di Kabupaten Kendal.
Salah satu pendiri Sedekaholic Community, Edi Prayitno, mengatakan kegiatan berbagi nasi bungkus lahir dari kepedulian terhadap para pekerja jalanan yang sudah beraktivitas sejak dini hari namun belum sempat sarapan.
“Kami melihat banyak tukang becak, penyapu jalan, dan pekerja lainnya sudah bekerja sejak subuh. Dari situ muncul keinginan untuk berbagi nasi setiap Jumat pagi,” ujar Edi, Jumat (5/6/2026).
Pada awal pelaksanaannya, para relawan mengumpulkan dana secara patungan untuk membeli puluhan nasi bungkus dari warung-warung kecil. Nasi tersebut kemudian dibagikan kepada tukang becak, penyapu jalan, buruh harian, tunawisma, hingga masyarakat telantar yang ditemui di sepanjang jalan.
Berbeda dengan kegiatan sosial yang dipusatkan di satu lokasi, relawan Sedekaholic Community memilih menyusuri sejumlah ruas jalan di wilayah Kaliwungu untuk mencari langsung warga yang membutuhkan bantuan. Dalam perkembangannya, mereka juga menjangkau kelompok rentan lainnya, termasuk tunawisma dan orang dengan gangguan jiwa yang berada di ruang-ruang publik.
“Ada yang marah, ada yang melempar nasi yang diberikan. Tapi kami memahami kondisi mereka dan tetap berusaha membantu,” katanya.
Unggahan kegiatan secara rutin melalui media sosial kemudian menarik perhatian masyarakat. Dukungan dan partisipasi relawan terus bertambah sehingga kegiatan serupa berkembang ke berbagai wilayah di Kabupaten Kendal.
Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, program berbagi nasi bungkus yang semula hanya berjalan di Kaliwungu mulai hadir di Kota Kendal, Weleri, Boja, Patebon, hingga Gemuh.
Sedekaholic Community Kendal merupakan contoh kebersamaan dan kepedulian masyarakat yang patut diapresiasi. Kegiatan berbagi nasi bungkus ini telah membuktikan bahwa dengan konsistensi dan kepedulian, kita bisa membuat perbedaan positif di lingkungan sekitar.
Tentu saja, kegiatan ini tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan dan partisipasi masyarakat sangat diperlukan untuk terus mengembangkan dan meningkatkan program berbagi nasi bungkus ini.
Salah satu cara untuk mendukung kegiatan ini adalah dengan berdonasi atau ikut serta dalam program berbagi nasi bungkus. Dengan demikian, kita bisa membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang membutuhkan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.


