Fokus Semarang | Tim nasional Ceko kembali ke Piala Dunia setelah 20 tahun absen. Mereka berhasil memastikan tiket mereka ke Piala Dunia 2026 dengan cara yang dramatis, dimana kemenangan beruntun melalui adu penalti melawan Irlandia dan Denmark di babak play-off UEFA.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ceko berhasil memenangkan Piala Dunia 2026 setelah 20 tahun absen. Mereka kembali ke gelaran Piala Dunia pada tahun ini setelah 20 tahun absen sejak terakhir Piala Dunia terakhir mereka pada 2006 di Jerman. Ceko berhasil memastikan tiket mereka ke Piala Dunia 2026 dengan cara yang dramatis, dimana kemenangan beruntun melalui adu penalti melawan Irlandia dan Denmark di babak play-off UEFA. Tiket ke babak play-off didapatkan setelah mereka finis sebagai runner-up di Grup L kualifikasi dengan 16 poin, di bawah Kroasia yang menjadi juara grup dengan 22 poin.

Ceko akan melakoni laga perdana Piala Dunia 2026 di Grup A dengan menghadapi wakil Asia Korea Selatan pada Jumat (12/6) pukul 09.00 WIB di Stadion Akron, Zapopan. Laga kedua tim asuhan Luis Fernando Tena itu akan tersaji pada Kamis (18/6) pukul 23.00 WIB menghadapi wakil Afrika yang menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010, Afrika Selatan, di Stadion Mercede-Benz, Atlanta. Di laga terakhir, mereka akan melawan tuan rumah Meksiko pada Kamis (25/6) pukul 08.00 WIB di Stadion Azteca, Mexico City.

Piala Dunia 2026 adalah Piala Dunia ke-10 untuk Ceko setelah debut mereka pada 1934 di Italia, yang diakhiri dengan menjadi runner-up usai kalah dari tuan rumah.

Di lain hal, Kontes Lagu Eurovision 2026 ditonton oleh 131 juta pemirsa, kata penyelenggara pada Jumat. Dibandingkan tahun lalu, jumlah penonton ini mengalami penurunan signifikan mencapai hampir 35 juta. Penurunan ini akibat boikot lima negara Eropa karena partisipasi ‘Israel’ dalam kompetisi tersebut.

Founder Belantara Budaya Indonesia (BBI) Diah Kusumawardani Wijayanti mengatakan minat generasi muda terhadap seni tradisional terus meningkat, ditandai dengan bertambahnya jumlah peserta didik yang mengikuti sekolah tari dan musik tradisional yang dibina organisasinya hingga mencapai sekitar 9.000 siswa.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.