Fokus Semarang | Harga emas hari ini, Jumat (5/6/2026), terpantau naik Rp12.000 dan kini dibanderol Rp2.583.000 per gram. Harga buyback emas PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) atau Antam ini dapat dibeli kembali memiliki sertifikat LBMA (London Bullion Market Association) yang diterbitkan perusahaan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Emas batangan ANTAM LM diakui secara global dengan harga jual kembali mengikuti pergerakan harga emas dunia. Harga jual kembali adalah sama untuk semua pecahan dan tahun produksi. Buyback emas merupakan transaksi menjual kembali emas, baik dalam bentuk logam mulia, logam batangan, maupun perhiasan.

Sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke Antam dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non NPWP). Adapun, PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Ketentuan Kelengkapan Dokumen Identitas Mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 112/PMK.03/2022 tentang Nomor Pokok Wajib Pajak bagi Wajib Pajak Orang Pribadi, Badan, dan Instansi Pemerintah, Nomor Induk Kependudukan (NIK) kini berfungsi sebagai NPWP untuk Wajib Pajak Orang Pribadi.

Di sisi lain, harga emas dunia juga mengalami kenaikan lebih dari 1% didorong pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi setelah muncul harapan gencatan senjata di Timur Tengah. Kondisi tersebut menekan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) dan mendorong penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS, sehingga meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.

Harga emas Pegadaian untuk produk UBS, Antam, dan Galeri24 juga kompak melemah. Harga emas UBS turun Rp8.000 menjadi Rp2.816.000 per gram dari Rp2.824.000 per gram. Untuk produk Antam turun Rp15.000 menjadi Rp2.870.000 per gram dari sebelumnya Rp2.885.000 per gram. Sedangkan emas Galeri24 yang dijual pegadaian saat ini di angka Rp2.756.000 per gram.

Kesimpulan, harga emas hari ini naik dan dibanderol Rp2.583.000 per gram. Harga emas dunia juga mengalami kenaikan lebih dari 1% didorong pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi setelah muncul harapan gencatan senjata di Timur Tengah.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.